Proyek Tangki Tanpa Koordinasi, Pedagang Akau Merugi

Sejumlah pedagang merugi, karena proyek cuci tangan dan tangki air tanpa koordinasi, (28/10).
Sejumlah pedagang merugi, karena proyek cuci tangan dan tangki air tanpa koordinasi, (28/10).
Sejumlah pedagang merugi, karena proyek cuci tangan dan tangki air tanpa koordinasi, (28/10).
Sejumlah pedagang merugi, karena proyek cuci tangan dan tangki air tanpa koordinasi, (28/10).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sejumlah pedagang  merasa kecewa atas dibangunnya proyek tangki penampungan air dan 4 tempat cuci tangan dilokasi Akau Potong Lembu, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Pasalnya, pihak kontraktor pelaksana kegiatan tidak  berkoordinasi atau memberitahu kepada pedagang. Sehingga para pedagang merasa dirugikan karena sejumlah meja mereka tidak bisa dipasang dilokasi pembangunan tersebut.

Seorang pedagang makanan, diakau tersebut beranisial Ay (48) sangat menyayangkan tindakan kontraktor yang mengerjakan proyek tanki air dan 4 buah tempat pencuian tangan tersebut.

“Tidak ada sedikitpun pemberitauan, kalau kita diberi tau kan bisa kita libur satu hari untuk tidak berjualan, kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab atas kerugian kita, sementara dagangan sudag dibuat,” kesal Ay kepada media ini dilokasi Akau Potong Lembu, Rabu (28/10)

Hal senada dikatakan AT (40) salah seorang pedagang di akau tersebut, pihaknya bukan tidak mendukung atas program pemerintah, tetapi AT menyayangkan baik dari pihak kontraktor ataupun BUMD selaku pengelola Akau tidak melakukan koordinasi terhadap pedagang.

“Kita bersyukur ada tanki air dan tempat pencuci tangan ini, namun tak ada pihak yang berkoordinasi dulu sama pedagang. Kita disini kan ada wadah organisasi, kordinasikan dong sama Ketua Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL), supaya pedagang tidak terlanjur membuat dagangannya. Jangan asal kerja saja, dia yang dapat untung, pedagang disini dapat rugi,” Ungkap AT dengan muka merah.

Bahan bangunan proyek cuci tangan dan tangki air di letakkan di lapak pedagang.
Bahan bangunan proyek cuci tangan dan tangki air di letakkan di lapak pedagang.

Sementara, Ketua P2KAPL, Alimin Alias Awang, mengaku pihaknya tidak mengetahui pembanguan tersebut, “Saya tidak tau apa yang dibangun mereka, siapa kotraktornya saya tidak ada diajak koordinasi,” terang Awang.

Direktur Utama (Dirut) BUMD Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana dikonfirmasi media ini, terkait dengan hal tersebut, melalui ponselnya, mengaku belum mengetahui dengan jelas.

“Saya belum mengetahui juga dengan jelas, yang saya ketahui itu pembagunan tangki penampungan air untuk penyaluran air ke tempat pencuci tangan diakau. Kalau tidak salah kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, namanya Fiter tapi saya kurang tau juga apa CV nya, itu dananya dari APBN tahun 2015” katanya.

Pantauan media ini di Akau Potong Lembu, terlihat sejumlah pedagang kuliner yang ingin menjajakan jualanya  terlihat kesal kepada pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Terkait dengan hal diatas, media ini belum berhasil  konfirmasi dengan pihak kontraktor dan dinas yang mengalokasikan dana untuk proyek tersebut.(Aliasar)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini