
Natuna, LintasKepri.com – Sepanjang masa pandemi Covid-19 kebanyakan orang menyebut hampir semua sektor ekonomi terpuruk. Bahkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah mengalami penurunan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Natuna, Marzuki, dengan tegas mengungkapkan, saat ini upaya Pemerintah untuk memperoleh data sesungguhnya tentang orang-orang yang dikategorikan miskin tidak lah mudah. Karena roda perputaran nasib di masa pandemi terus terjadi.

“Hari ini menurut saya sulit mendata orang miskin. Karena orang bisa miskin dengan keadaan, begitu juga sebaliknya. Katakanlah awalnya pedagang kategori tidak miskin, ketika usahanya dibatasi mereka bisa saja jatuh miskin, belum tentu juga mereka mampu membayar bermacam-macam tagihan rutinnya seperti listrik,” ujar Marzuki, Jum’at (23/07/2021) siang.
Menurutnya, Pemerintah memang harus jeli melirik kearah perputaran roda tersebut, agar lahir solusi tepat. Karena setiap orang bisa saja berontak, ketika ruang geraknya dibatasi.
“Mereka bisa saja berpikir dari pada anak-anak istrinya tidak makan, maka mereka akan langgar peraturan itu. Begitu juga dengan aparat yang menjaga peraturan itu, bisa saja mereka kelelahan, terus sama-sama emosi, akhirnya bentrok,” ujar Marzuki.

Kata Marzuki, situasi sulit di masa pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir tentunya akan melahirkan berbagai persepsi. Namun semua itu tidak ada yang dapat disalahkan.
“Bisa saja Satgas berpikir orang tidak mau ikut aturan, terus masyarakat merasa mereka mau cari makan,” pungkasnya.






