Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Natuna Buka Bazar Murah Tanpa Batas

Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Natuna Basri,saat dikonfirmasi wartawan .
Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Natuna Basri,saat dikonfirmasi wartawan .

 

NATUNA, Lintaskepri.com – Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Natuna Basri, meminta masyarakat agar bersama-sama menghadiri acara bazar pasar murah yang akan dilaksanakan pada tgl 26/06/2023, di Pantai Piwang nanti.

Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi wartawan dilobi kantor bupati jalan,Bukit Arai Ranai Natuna.

Basri selaku Ketua umum Gerakan Pangan Murah di Natuna mengaku giat tersebut di 256 Kabupaten kota se-indonesia secara serentak.
Sesuai intruksi Presiden, giat ini dilaksanakan dalam upaya Pengendalian inflasi daerah saat menghadapi cuaca ekstrim Elnino yang melanda tanah air.

“Giat ini sangat baik, terlebih menjelang Idul Adha biasanya semua bahan pokok akan mengalami kenaikan.Maka pasar pangan murah menjadi solusi untuk membantu masyarakat,” ucapnya, Rabu,15/06/2023.

Basri menambahkan saat bazar murah dilaksanakan, semua pedagang maupun pengusaha bisa andil menjual dagangannya dengan catatan dibawah harga pasaran.

Bagi masyarakat yang mau belanja kebutuhan pokok, tidak kita batasi namun jangan sampai serakah. Artinya belanjalah sesuai kebutuhan.

Selain pedagang dan pengusaha lokal kita juga melibatkan Perumda untuk mendatangkan bahan pokok seperti beras medium, karena Bulog Natuna hanya menyediakan beras premium.

Nanti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kelautan akan melibatkan seluruh pedagang.

“Judul kegiatan kita Gerakan Pangan Murah. Namun hasil rapat bersama Bupati, Ia meminta agar yang dijual tidak batasi artinya tidak hanya sembako saja boleh di jual.

Untuk lebih jelasnya bisa koordinasi dengan
Ketua harian, PLT Dinas Ketahanan Pangan Asmara Juana.

Untuk tempat, silahkan saja pedangan buat tempat masing-masing asalkan mejanya rapi.

*Kegiatan Bazar Murah, akan menjadi agenda rutin pemkab Natuna dan akan dilaksanakan setiap tahu. Bisa jadi 2-3 kali dalam setahun,” ucapnya.

Namun yang jadi kendala bagi kita adalah, pelaksanaannya hanya bisa dilakukan di pulau Bunguran Besar, jika harus keluar pulau korsnya sangat besar.(Sonatha)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini