Kemenkominfo Dikecam Netizen Soal Pemberantasan Judi Online dengan SMS Pantun

Kemenkominfo Dikecam Netizen Soal Pemberantasan Judi Online dengan SMS Pantun
Salah satu SMS pantun yang dikirimkan Kemenkominfo dalam upaya pemberantasan judi online. Foto: tangkapan layar SMS

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menuai sorotan di media sosial.

Dalam upaya pemberantasan judi online, lembaga yang dipimpin Budi Arie itu hanya sebatas mengirimkan pesan broadcast singkat berupa pantun.

Hal itu mendapat kecaman keras dari netizen dan Kemenkominfo seakan tidak serius dan terkesan main main dalam pemberantasan judol.

Beragam komentar dari media sosial X seperti akun @mallikarhaem “Pejudi online itu ibunya udah nangis2 ngingetin, istrinya ngancem cerai, anaknya nangis2 gak bisa jajan kayak temen2nya. Ini dikira bisa jera pake pantun. Inilah puncak inkompetensi Kominfo. Corong propaganda rezim,” cuitnya.

Komentar lainnya datang dari @MrOngDedy yang menuliskan “SMS blast itu harganya per SMS bisa sampe Rp600. Bayangkan berapa budget blast SMS pantun judi online? Efektif engga, buang duit rakyat iya banget,” tulisnya.

Netizen lain dengan akun @probodi mencuit “pemerintah membuang anggaran yang besar hanya untuk pesan itu, lebih baik cari solusi yang nyata dong, aneh aneh aja ini pemerintah hadeeh,” cuitnya.

Sebagai informasi Indonesia sudah memasuki keadaan darurat judi online. Sebab, praktik judi online telah menimbulkan korban jiwa serta tindak kriminalitas yang tinggi. Sehingga, semua elemen bangsa hari ini tertuju untuk memberantasnya. (Mfz)

Editor: Ism