Kekurangan Kelas, SMPN 17 Tanjungpinang Terpaksa Terapkan Sistem Shift

Belladina
Kekurangan Kelas, SMPN 17 Kota Tanjungpinang Terpaksa Terapkan Sistem Shift
SMP Negeri 17 Tanjungpinang di Jalan Hanjoyo Putro. Foto: Lintaskepri/Mfz

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Kota Tanjungpinang terpaksa menerapkan sistem shift untuk jam masuk sekolah.

Kebijakan ini diberlakukan karena sekolah tersebut masih dalam tahap pembangunan ruang kelas baru.

Wakil Kepala Sekolah SMP 17, Raja Komariah, menjelaskan saat ini jam masuk siswa dibagi menjadi dua shift. Siswa kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, sementara siswa kelas 8 pukul 13.00 WIB.

“Kebijakan ini karena sekolah kami masih baru dan sedang menunggu penyelesaian pembangunan ruang kelas lainnya,” ujar Raja Komariah.

Meskipun demikian, aktivitas pembelajaran bagi siswa dan guru tetap berjalan normal. Menurut Raja, kebijakan ini tidak menimbulkan masalah berarti bagi para orang tua dan guru.

“Para orang tua siswa dapat memaklumi situasi ini, dan siswa juga tidak merasa terbebani,” ungkapnya.

Raja Komariah berharap pembangunan ruang kelas baru dapat segera selesai agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal. Sehingga, keberadaan sekolah ini bermanfaat bagi warga Jalan Hajoyo Putro, Tanjungpinang Timur.

“Semoga pembangunan cepat selesai, karena pertumbuhan usia produktif di Tanjungpinang Timur semakin meningkat,” ujarnya.

Saat ini, SMPN 17 Kota Tanjungpinang hanya memiliki 4 ruangan yang beroperasi. Terdiri dari, 3 ruang kelas untuk siswa dan 1 ruang majelis guru. Sekolah ini memiliki 102 siswa di kelas tujuh dan 127 siswa di kelas delapan.

Sementara, untuk siswa kelas 9 belum bisa di tampung, karena keterbatasan ruang kelas. Sebelum ada gedung sendiri seperti sekarang, sekolah ini bergabung dengan SMP 7 yang berada di Kilometer 10. (Mfz)

Editor: Ism

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini