Natuna  

Junaidi Apresiasi Kerja Keras Tim SAR saat Mencari Warga Sepempang yang Hilang

Anggota Komisi III DPRD Natuna, Junaidi.

Natuna, LintasKepri.com – Mewakili masyarakat Desa Sepempang, anggota DPRD Kabupaten Natuna, Junaidi sampaikan ucapan terima kasih kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna bersama Tim SAR Gabungan TNI-Polri yang telah bersusah payah hingga berhasil menemukan warganya yang tersesat di hutan sejak Selasa 06 Juli 2021 lalu.

“Kami atas nama warga Desa Sepempang mengucapkan terima kasih atas peran serta Tim SAR dalam mencari warga kami dari tadi malam sampai pagi ini yang hilang,” sebut Junaidi kepada awak media Rabu (07/07/2021) kemarin.

Kepada awak media Politisi Partai Hanura yang mengaku sempat ikut terlibat mencari bersama Tim SAR Gubungan menyusuri hutan, mengaku turut berduka karena warga yang dicari ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut Junaidi, yang merupakan Anggota Komisi III DPRD yang berdomisili di Desa Sepempang tersebut, musibah yang terjadi suatu pengalaman dan pelajaran buat kita semua khsusnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pencari madu ataupun yang bekerja lainnya di hutan, agar selalu mempersiapkan diri.

“Sebaiknya mempersiapkan alat-alat keselamatan seperti tali dan lainnya, jangan pergi sendiri (minimal berdua-red), membawa alat komunikasi seperti hp/radio, membawa senter (meskipun niat hanya balek sore-red) dan membawa makanan ringan seperti snack/roti,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna bersama Tim SAR Gabungan Rabu 07 Juli 2021 Pukul 06.45 Wib kembali melanjutkan pencarian terhadap korban yang tersesat saat mencari madu di hutan Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

Setelah melakukan upaya pencarian, Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, masyarakat dan unsur lainnya akhirnya berhasil menemukan Jawazan (43) dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang diketahui menjabat sebagai Ketua RT 002 Pandang Buluk Desa Sepempang itu, diduga terjatuh dari atas pohon saat mengambil madu dengan ketinggian diperkirakan 25 meter, hingga menyebabkan adanya luka benturan bagian kepala.

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini