DPRD Kepri Tampung Aspirasi Warga soal Proyek Sedimentasi Pasir Laut di Numbing

Lintaskepricom
DPRD Kepri Tampung Aspirasi Warga soal Proyek Sedimentasi Pasir Laut di Numbing
DPRD Kepri Tampung Aspirasi Warga soal Proyek Sedimentasi Pasir Laut di Numbing. Foto: Lintaskepri.

Lintaskepri, Tanjungpinang – DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait rencana sedimentasi pasir laut di perairan Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, Jumat (17/4/2026).

Rapat ini digelar sebagai upaya untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat yang terdampak rencana proyek tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Khazalik, menjelaskan bahwa RDP ini menjadi langkah awal untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, khususnya warga sekitar.

Menurutnya, penting bagi DPRD untuk mendengar semua pandangan sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Mudah-mudahan dengan data yang kami terima ini dapat kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait yang mudah-mudahan menjadi jalan keluar, menguntungkan dan mengenakkan semua pihak,” kata Khazalik.

Kepala Desa Numbing, Heri Yudo Santoso, menyampaikan bahwa perbedaan pendapat di tengah masyarakat adalah hal yang wajar dalam sebuah rencana pembangunan.

Ia berharap nantinya ada solusi yang bisa mengakomodasi semua pihak, baik yang mendukung maupun yang menolak.

“Pro dan kontra itu biasa. Mudah-mudahan ada solusi terbaik bagi semua,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, dari total 749 kepala keluarga (KK) di Desa Numbing, sekitar 271 di antaranya berprofesi sebagai nelayan.

Sementara itu, jumlah warga yang menolak disebut relatif kecil dan berasal dari satu wilayah.

“Yang menolak kurang lebih sekitar 13 kepala keluarga, dari Kampung Gudang Arang,” jelasnya.

Selain itu, Heri juga mengungkapkan bahwa sudah ada 13 perusahaan yang melakukan konsultasi publik terkait rencana sedimentasi pasir laut tersebut.

Rinciannya, 6 perusahaan telah masuk tahap pembahasan AMDAL, 3 perusahaan dalam tahap pembahasan kompensasi, dan 1 perusahaan baru membahas program tanggung jawab sosial (CSR).

Namun, tidak semua warga merasa terwakili dalam forum tersebut. Ketua RT 10 Kampung Gudang Arang, Radianto, menilai sebagian peserta yang hadir dalam RDP bukan berasal dari Desa Numbing.

“Yang datang tidak semua warga Numbing, ada dari Kelong, Air Glubi, bahkan Mapur. Sementara kami yang terdampak langsung justru di sini,” ujarnya.(*)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini