
NATUNA, Lintaskepri.com – Bupati Natuna WAN Siswandi membuka resmi Rapat koordinasi Pembinaan Pemerintahan Desa SE – Kabupaten Natuna, digedung Wanita jalan Bukit Arai Ranai Natuna, Provinsi Kepri.06/06/2023.
Mengambil tema “Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang Bersih dan Akuntabel” diharapkan mampu meningkatkan percepatan pembangunan di desa sebagai ujung tombak pemerintahan.
Bupati Natuna dalam sambutannya
mengatakan, kegiatan ini sangat baik maka gunakan waktu ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.
Selain itu dari 70.000 desa SE Indonesia, 22 diantaranya terpilih menjadi desa anti korupsi. Alhamdulilah desa Limau Manis ada di 22 desa tersebut. Ini harus kita syukuri. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergitas dan kerjasama kita semua sehingga salah satu desa Kabupaten Natuna terpilih menjadi desa anti korupsi.
Kita ketahui bahwa pengelolaan dana desa sangat sensitif. Oleh karena itu semua pekerjaan dan pengeluaran harus sesuai mekanisme sudah diatur. Semua SPJ harus lengkap notanya. Jangan sampai ada fiktif, sehingga tidak terjadi persoalan hukum dibelakangan hari.
“Ini saya sampaikan bukan untuk menakut nakuti, tetapi agar semua pelaksanaan kegiatan bisa lebih berhati – hati. Meski kewajiban saya sebagai Bupati melindungi semua aparatur pemerintahan bukan berarti saya harus melindungi orang yang salah,” ucapnya.
Intinya saya meminta seluruh kepala desa agar selalu patuh dalam menjalankan tugas, serta tertib administrasi dan jadi pelayan dan pengayom ditengah masyarakat.
Sementara Kepala DPMD Anrizal Zen dalam sambutannya mengatakan, Desa merupakan ujung tombak pemerintahan mulai dari pusat provinsi, hingga Kabupaten dalam rangka percepatan pembangunan.
Kabupaten Natuna salah satunya terpilih menjadi desa anti korupsi, ini sangat luar biasa. Kendati demikian setiap tahun selalu evaluasi desa mana saja grafiknya jalan ditempat.
Oleh sebab itu kegiatan ini kita laksanakan guna meningkatkan kapasitas pengetahuan bagi para kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan di desanya.
Harus kita syukuri, pemimpin kita saat ini punya lobi tingkat tinggi. Sehingga banyak kerjasama yang telah dilakukan guna peningkatan SDM Natuna.
Oleh sebab itu, saya berharap sistim pemerintahan di desa, harus bisa lihat grafiknya naik apa tidak, barulah bisa disebut desa mandiri.
Sebab ada 4 kategori desa yang harus bisa kita lalui, yakni Desa Tertinggal, desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri.
Anrizal berpesan agar perangkat desa selalu berpedoman kepada aturan yang sudah ada, maka saya yakin tidak akan ada masalah.
Kegiatan ini mendatangkan 5 narasumber, dari Bappeda, BPKAD, Inspektorat, DPMD, dan Tenaga Ahli Kementerian Desa.(Herry)






