Lintaskepri.com, Tanjungpinang — Bunda PAUD Kepulauan Riau (Kepri), Dewi Kumalasari Ansar, menegaskan bahwa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tenaga pengajar, melainkan arsitek masa depan bangsa.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru dan Pengelola PAUD se-Provinsi Kepri, yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
“Pendidik PAUD tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tapi juga membentuk karakter, nilai-nilai, dan kebiasaan hidup sejak dini. Mereka meletakkan pondasi kepribadian anak-anak bangsa,” tegas Dewi Ansar di hadapan ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau.
Dewi menekankan kompleksitas tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi.
Dinamika kurikulum, percepatan teknologi, serta keberagaman kebutuhan anak menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi tenaga pendidik PAUD dengan pengetahuan dan kompetensi yang terus diperbarui.
“Peningkatan kapasitas bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak agar guru PAUD tetap relevan, adaptif, dan mampu mengatasi tantangan zaman,” jelasnya.
Pelatihan ini terdiri dari berbagai topik seperti pemahaman holistik tumbuh kembang anak, metode pembelajaran berbasis bermain, literasi dan numerasi dini kontekstual, pembentukan karakter melalui pembiasaan positif, komunikasi efektif dengan orang tua, teknologi pendidikan yang bijak dan kesadaran inklusi untuk anak berkebutuhan khusus.
“Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak di usia emas mereka,” ujar Dewi.
Dalam pelatihan tersebut, Dewi Ansar turut menandatangani Perjanjian Kerjasama antara Bunda PAUD Provinsi Kepri dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri, yang diwakili Kepala BPMP Kepri, Warsita.
Langkah ini memperkuat sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kepri.
Dewi juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan konkret terhadap program pelatihan dan pembinaan guru PAUD, termasuk dari organisasi perempuan dan tokoh masyarakat.
“Gerakan cinta PAUD harus dimulai dari rumah, lingkungan, dan komunitas. Kita harus berikan ruang bagi guru PAUD untuk tumbuh, berkembang, dan berbagi praktik baik,” ajaknya.
Sebagai Penasihat DPD PP-PAUD Kepri, Dewi Kumalasari juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru PAUD yang terus berjuang mendidik anak-anak bangsa di tengah segala keterbatasan.
“Terima kasih atas dedikasi kalian. Tanpa guru PAUD, tidak akan ada pondasi kokoh untuk generasi masa depan Indonesia,” pungkasnya.(*)






