Berdalih Mau Turun Hujan, Tim Inflasi Pengendalian Pangan Buka Bazar 3 Jam lebih Cepat Dari Jadwal

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Natuna Marwan Syahputras aat memberikan keterangan kepada sejumlah media Minggu 17/04/2023.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Natuna Marwan Syahputra saat memberikan keterangan kepada sejumlah media Minggu 17/04/2023.(Foto:Ist) 

 

NATUNA, Lintaskepri.com – Bazar Ramadhan diiniasi Pemkab Natuna, lewat tim pengendalian inflasi pangan, PT.ASDP (PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry) bersama Bank Indonesia, menuai kritikan dari masyarakat pengunjung bazar.

Kekecewaan itu terjadi Gegara panitia pelaksana bazar merubah jakwal yang semula pukul 15.00wib menjadi pukul 13.00, tanpa adanya pemberitahuan.
Akibatnya sejumlah emak-emak kecewa dan melakukan protes.

” Saya sangat kecewa karena dalam sosialisasi melalui radio dan baliho, stand bazar dibuka pukul 15.00 wib, kenyataannya jam 13.00 wib sudah dibuka. Alhasil kita pulang dengan tangan kosong, Gegara barang sudah habis dijual,” ucap Zumairah.

Mulai dari cabe, daun bawang, kacang panjang, kentang medan, wortel, telur ayam dan beras sudah habis dijual, yang sisa hanya bawang merah kemasan 1 kilogram.

Kekesalan Zumairah warga air kolek dengan pengelola bazar, sangat beralasan. Sebab pembukaan bazar dipercepat tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat. Alhasil dirinya gagal mendapatkan sembako murah, meski daftar belanja sudah disiapkan.

“Saat sampai di stand, mejanya sudah kosong tidak ada lagi barang yang dijual tinggal bawang merah jawa saja,” ujar Zumairah.

Menanggapi keluhan dari masyarakat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Natuna Marwan Syahputra mengakui salah, karena staf petugas stand bazar menyajikan sembako tiga jam lebih awal dari jadwal pelaksanaan.

Sehingga pihaknya tidak bisa mengelak, saat pengunjung yang tiba lebih awal datang untuk berbelanja. Banyaknya lonjakan pengunjung yang datang mempercepat persediaan stok habis terjual.

“Inisiatif ini dilakukan untuk mengantisipasi turunnya hujan, melihat kondisi langit yang gelap disertai gemuruh dan kilat, tim bazar, datang lebih awal, namun semua ini diluar kendali, karena tingginya animo masyarakat tidak berbanding dengan persediaan stok,” ucap Marwan sedikit mengelak, Minggu 17/04/2023.

Kedepan, kegiatan ini akan dijadikan pelajaran berharga untuk melaksanakan Bazar pangan murah Ramadhan 1444H, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (BPMR-GNPIP) , pihaknya berencana akan menggelar bazar serupa menyambut hari raya Idul Adha akhir Juni mendatang.

Adapun jumlah bahan pokok yang dijual, bawang merah Jawa 150kg, kentang medan 50kg, Wortel 25kg, Gula 350 kg, telur, 100 papan, beras 100 sak kemasan 5kg.(Herry)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini