disdik kota

Yanuar : Wujud Bela Negara itu Harus Rela Berkorban Demi Negara

Narasumber dan para Pembicara pada kegiatan Bincang Publik yang digelar oleh Perum LKBN Antara Biro Kepri di Kabupaten Natuna.
Narasumber dan para Pembicara pada kegiatan Bincang Publik yang digelar oleh Perum LKBN Antara Biro Kepri di Kabupaten Natuna.

Natuna, LintasKepri.com – Kabag Dukops Binda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Adi Legowo, SH., MAP., M.Si (Han) mengatakan, bahwa wujud bela negara yaitu kita harus rela berkorban demi negara, tanpa menuntut apapun dari negara itu sendiri.

Demikian disampaikan oleh Yanuar Adi Legowo, saat menjadi narasumber pada kegiatan Bincang Publik bertemakan Wujud Bela Negara Masyarakat Natuna guna Memperkuat NKRI, yang digelar oleh Perum LKBN Antara Biro Kepri, di Gedung Sri Serindit, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, pada Jum’at (31/01/2020) siang.

“Wujud bela negara itu harus rela berkorban demi negara,” tegas Yanuar.

Kata dia, meski saat ini bangsa Indonesia dalam kondisi aman, tentram dan damai, namun seluruh masyarakat, termasuk warga Natuna, musti waspada diri atas segala ancaman yang mungkin saja masuk dari bangsa asing.

Suasana berlangsungnya kegiatan Bincang Publik, dengan Tema Wujud Bela Negara
Suasana berlangsungnya kegiatan Bincang Publik, dengan Tema Wujud Bela Negara Masyarakat Natuna guna Memperkuat NKRI.

Ia tidak ingin masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Natuna, tersusupi oleh pihak asing yang mencoba untuk merusak atau menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Yanuar menyebutkan, bahwa segala permasalahan yang terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, bermuara kepada negara besar seperti Amerika, Rusia, China maupun negara adi kuasa lainnya.

Ia mencontohkan seperti adanya konflik yang terjadi di negara-negara bagian Timur Tengah, yang telah di campuri oleh negara Amerika, untuk menghancurkan beberapa negara Islam tersebut.

“Amerika berusaha masuk dengan leluasa, supaya dapat menghancurkan negara di Timur Tengah. Ini jangan sampai terjadi di negara kita. Saat ini mungkin kita masih bisa makan, beribadah dan bekerja dengan tenang, namun saudara kita di Timur Tengah mau beribadah saja susah, akibat adanya konflik yang berkepanjangan disana. Makanya kita harus selalu waspada,” jelas Yanuar.

Para peserta Bincang Publik yang hadir.
Para peserta Bincang Publik yang hadir.

Yanuar meminta agar kita semua jangan terlalu banyak menuntut kepada negara, apalagi sampai mengancam. Jika itu terjadi, artinya kita tidak memiliki sikap untuk membela negara.

“Kita harus tetap berpegang teguh kepada 4 pilar negara kita. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD KNPI Natuna, Haryadi, menuturkan, bahwa ia ingin Pemerintah memberikan perhatian kepada para pemuda. Ia tidak ingin putra daerah hanya bisa menjadi penonton di daerah mereka sendiri.

Kata Haryadi, banyak sarjana muda asal Natuna yang tidak kebagian lapangan pekerjaan. Ini menjadi salah satu faktor terjadinya kesenjangan sosial, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Foto bersama usai kegiatan.
Foto bersama usai kegiatan.

“Kalau di Jawa Barat ada Sunda Empire, jangan sampai disini juga ada Bedung Empire. Ternyata yang menggerakkan adalah para sarjana muda, lantaran sempitnya lapangan pekerjaan bagi mereka. Mohon lah kiranya Pemerintah dapat memberikan kesempatan kepada para pemuda Natuna, supaya tidak hanya menjadi penonton dikampung sendiri,” ucap Haryadi.

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Natuna, melalui Kepala Bakesbangpol, Muhtar Achmad, tersebut, juga dihadiri oleh Anggota DPRD Natuna, para pimpinan FKPD, Ormas, OKP, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, nelayan dan sejumlah komunitas yang ada di Kabupaten Natuna.

Laporan : Erwin Prasetio