Pemko Tpi

Waspadalah! Dari Sektor Inilah Teroris Rekrut Anggota

Brigjen Pol. Hamidin, Direktur Cegah BNPT Nasional
Brigjen Pol. Hamidin, Direktur Cegah BNPT Nasional

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Ada beberapa aspek pelaku teroris dalam merekrut  anggota, hal ini dinyatakan Direktur Cegah dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  Nasional , Brigjen Pol. Hamidin, selaku Narasumber kepada wartawan usai memberikan kata sambutan pencegahan teroris dikalangan tokoh pemuda dan perempuan di Asrama Haji Tanjungpinang, Jumat (6/11).

Menggunakan metode Ideologi. Artinya para pelaku teroris menggunakan ajaran paham agama paling terdepan. Kemudian orang yang akan diajak bergabung di evaluasi.

“Setelah direkrut dilihat lagi siapa yang paling pintar dan kurang pintar. Artinya dipilah,” katanya.

Hamidi menjelaskan, untuk orang yang diajak gabung kedalam group teroris dengan memiliki daya pikir jenius akan dijadikan pimpinan kelompok kecil. Sedangkan keahlian bersifat biasa hanya dijadikan anggota biasa (Follower).

“Metode ini terjadi di era bom Bali (Bali Blast) dan bom Hotel J.W Marriot (Marriot Blast),” terangnya.

Sekarang, menurut perwira bintang satu dari instansi kepolisian tersebut mengatakan, para pelaku teroris mencari anggota beralih ke metode ekonomi, jiwa remaja dan sebagainya.

Pelaku akan mencari kantong-kantong banyaknya terdapat rakyat miskin. “Contohnya orang berprofesi tukang ojek. Mereka (Teroris) akan menanyakan berapa penghasilan dari profesinya itu. Diajak gabung dijanjikan kehidupan dan materi lebih,” tutur Hamidi.

Ia menilai banyak lagi contoh pelaku teroris dalam merekrut orang. Disamping itu, usia 18 hingga 30 tahun sangat rentan dipengaruhi.

“Hasil penelitian membuktikan itu,” singkatnya.

Heroisme juga menjadi target perekrutan. Mencari foto-foto orang gagah dan video kekerasan teroris yang membuat orang bangga melihatya melalui media Youtube.

Selain itu, anak kecil usia tanggung juga tak luput dari perekrutan anggota teroris. Untuk wilayah Kepulauan Riau, menurut Hamidin teroris dapat masuk melalui aspek birokrat.

“Sebetulnya hal ini bisa menyasar dimana saja seperti di Mal, kawasan kampung dan banyak lagi sesuai dengan keinginan si pelaku,”ujarnya.(Syah)