Wisata  

Warga Kepri Wajib Tahu ! Patung Raja Ali Haji Berdiri di Turkmenistan, Bukti Sastra Melayu Mendunia

Belladina
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Turkmenistan, Bukti Sastra Melayu Mendunia. Dok : Istimewa
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Turkmenistan, Bukti Sastra Melayu Mendunia. Dok : Istimewa

Lintaskepri.com, Turkmenistan – Nama Raja Ali Haji, tokoh penting dalam sejarah bahasa dan sastra Melayu, ternyata tidak hanya dikenal di Indonesia. Sosok pujangga asal Kepulauan Riau tersebut juga diabadikan melalui sebuah patung di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan, Asia Tengah.

Keberadaan patung tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana warisan sastra Melayu mendapat tempat dalam ruang publik di negara yang berjarak ribuan kilometer dari tanah Melayu.

Berdasarkan informasi dalam unggahan yang beredar, patung Raja Ali Haji berada di kompleks Magtymguly Pyragy Cultural Park, sebuah taman budaya yang diresmikan pada 2024 untuk menghormati penyair nasional Turkmenistan, Magtymguly Pyragy.

Kompleks tersebut juga menampilkan puluhan monumen tokoh sastra dari berbagai negara. Salah satunya adalah Raja Ali Haji, yang dikenal luas atas kontribusinya terhadap perkembangan bahasa dan sastra Melayu.

Raja Ali Haji, Tokoh Penting Bahasa Melayu

Raja Ali Haji merupakan pujangga, ulama, sejarawan, sekaligus tokoh intelektual Melayu yang berasal dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Namanya memiliki kedudukan penting dalam perkembangan tradisi tulis dan pemikiran Melayu.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Gurindam Dua Belas, sebuah karya sastra berisi nasihat moral, agama, dan kehidupan yang hingga kini masih dipelajari.

Selain itu, Raja Ali Haji juga menghasilkan karya kebahasaan, di antaranya Bustan al-Katibin dan Kitab Pengetahuan Bahasa. Karya-karya tersebut memperlihatkan perhatiannya terhadap tata bahasa, penggunaan bahasa Melayu, serta pentingnya bahasa sebagai sarana penyampaian ilmu pengetahuan.

Kontribusinya menjadikan Raja Ali Haji sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah intelektual Melayu.

Mengapa Patung Raja Ali Haji Ada di Turkmenistan?

Keberadaan patung Raja Ali Haji di Ashgabat menunjukkan bahwa tokoh sastra dari Kepulauan Riau turut dihadirkan dalam sebuah kompleks yang menghormati para penyair dan penulis dari berbagai negara.

Penempatan monumen tersebut dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap warisan sastra Melayu dalam konteks kebudayaan internasional.

Meski demikian, alasan khusus pemilihan Raja Ali Haji untuk diabadikan di kompleks tersebut serta proses penetapan monumennya masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi dari pemerintah Turkmenistan atau pihak pengelola taman.

Kebanggaan bagi Kepulauan Riau

Bagi masyarakat Kepulauan Riau, keberadaan patung Raja Ali Haji di Turkmenistan menjadi hal yang menarik sekaligus membanggakan. Tokoh yang memiliki hubungan erat dengan Pulau Penyengat itu kini turut dikenang di ruang publik negara lain.

Hal tersebut juga menjadi pengingat bahwa sejarah Kepulauan Riau tidak hanya berkaitan dengan perkembangan kerajaan Melayu, tetapi juga dengan sumbangan pemikiran, bahasa, dan sastra yang memiliki arti lebih luas.

Warisan Raja Ali Haji melalui Gurindam Dua Belas dan karya kebahasaannya tetap relevan sebagai bagian dari sejarah perkembangan bahasa Melayu.

Keberadaan patung tersebut sekaligus membuka peluang untuk memperkenalkan lebih luas sejarah Pulau Penyengat, kebudayaan Melayu, dan kontribusi para tokohnya kepada masyarakat internasional.

Bagi Kepulauan Riau, Raja Ali Haji bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Ia merupakan simbol warisan intelektual Melayu yang patut dijaga, dipelajari, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini