'

Wan Siswandi : Anak Natuna Jangan Mau Jadi Penonton Dikampung Sendiri

Sambutan Sekda Natuna, Wan Siswandi.

Sambutan Sekda Natuna, Wan Siswandi.

Natuna, LintasKepri.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Wan Siswandi menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Natuna saat ini sedang konsen untuk menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) unggulan, guna menghadapi tantangan global kedepan.

Hal itu dibuktikan oleh Pemdakab Natuna, melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki peran untuk menyiapkan SDM.

Demikian disampaikan oleh Wan Siswandi, saat membuka Diklat Pelatihan dan Keterampilan bagi para Pencari Kerja “Bahasa Inggris” Pemandu Wisata (Tour Guide) yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Natuna, pada Kamis (03/10/2019) pagi.

Wan Siswandi mengatakan, bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang patut untuk dikembangkan, demi meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) Natuna, diluar dari penghasilam minyak dan gas (Migas).

Laporan Kadisnakertrans Natuna, Hussyaini.

Laporan Kadisnakertrans Natuna, Hussyaini.

Apalagi kata dia, 99,25 persen wilayah Natuna, terdiri dari lautan. Dan hanya sekitar 0,75 persen saja yang berupa daratan. Sementara laut saat ini dikuasai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi, sehingga daerah tingkat Kabupaten hanya berhak mengelola daratannya saja, yang kurang dari 1 persen dari seluruh luas wilayahnya.

“Memang pelatihan terhadap pemandu wisata ini sangat tepat sekali. Karena dari sektor pariwisata itulah yang bisa kita gali dan kelola untuk masa depan Natuna. Kalau sektor lain sangat sempit sekali. Laut sekarang Provinsi yang punya wewenang, sementara pertahanan domainnya Pemerintah Pusat. Jadi yang dapat kita andalkan saat ini salah satunya adalah sektor pariwisata,” ungkap Wan Siswandi.

Kata Wan Siswandi, pariwisata di Natuna sudah mulai dilirik oleh para pelancong mancanegara. Terbukti sudah beberapa tahun belakangan, kunjungan kapal yacht ke Natuna terus mengalami peningkatan. Ditambah lagi dengan adanya event-event tahunan yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Natuna, yang melibatkan wisatawan dari luar negeri. Seperti festival layang-layang Internasional dan festival pulau senua.

Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, kepada peserta pelatihan.

Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, kepada peserta pelatihan.

“Bicara mengenai dunia pariwisata, pasti identik dengan orang luar. Jadi pelatihan terhadap calon pemandu wisata ini, sangat bagus sekali. Saya harap para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh,” ucapnya.

Wan Siswandi berharap kepada seluruh masyarakat Natuna, agar bisa mempersiapkan diri dan mengambil kesempatan atas perkembangan pariwisata di Natuna. Supaya kedepan masyarakat bisa memanfaatkan kunjungan turis mancanegara sebagai ladang untuk mengais rejeki.

“Anak Natuna jangan mau jadi penonton dikampung sendiri. Mari kita mempersiapkan diri dari sekarang. Supaya nanti jika pariwisata kita sudah maju dan berkembang, kita bisa ikut andil dan menfaatkan kesempatan tersebut. Ingat, jangan hanya bercita-cita kerja diperkantoran. Namun sudah saatnya kita memikirkan bagaimana kita bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegas Wan Siswandi.

Wan Siswandi saat memberikan salam kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir.

Wan Siswandi saat memberikan salam kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir.

Sementara itu Kepala Disnakertrans Natuna Hussyaini dalam laporannya menyebutkan, bahwa pelatihan bahasa inggris sebagai pemandu wisata tersebut diikuti oleh 16 orang peserta yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Peserta tersebut berasal dari para penggiat wisata, yang aktif mengeksplore tempat-tempat wisata menarik di Natuna.

Para peserta nantinya akan dilatih selama 2 bulan, supaya benar-benar memahami bahasa inggris, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tour guide.

“Nanti para peserta akan dibawa ke alam terbuka, seperti ditempat-tempat wisata yang ada di Natuna, agar mereka nanti bisa praktik langsung mengenai cara dan hal-hal apa saja yang harus dilakukam saat memandu para wisatawan mancanegara,” terang Hussyaini.

Para tamu undangan dan peserta pelatihan.

Para tamu undangan dan peserta pelatihan.

Dalam hal ini Disnakertrans Natuna bekerjasama dengan Choice English Course, sebuah lembaga kursus bahasa Inggris, dari Kampung Inggris yang ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kata Hussyaini, kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk mendukung Pemdakab Natuna dalam menciptakan tenaga kerja andalan, serta untuk mendukung Natuna sebagai Geopark Nasional.

“Tujuannya untuk memberikan bekal bagi para pencari kerja sebagai pemandu wisata, dengan menggunakan bahasa Inggris. Karena saat ini Natuna telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Sehingga kita perlu mempersiapkan SDM yang nantinya mampu untuk memandu para wisatawan saat ingin bertanya mengenai tempat-tempat di Natuna yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” jelas Hussyaini.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top