Wali Kota Tanjungpinang Mangkir Dipanggil Gubernur Kepri Soal Pengisian Jabatan Wawako

LPP Gurindam web
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Mael DM.

Kepri, LintasKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang Rahma tidak datang saat dipanggil oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk dapat duduk bersama dalam rangka monitoring dan pendampingan proses pengisian jabatan wakil wali kota.

Padahal Ansar telah memanggil Rahma jauh-jauh hari agar permasalahan tarik ulurnya proses pemilihan wakil wali kota dapat terpecahkan.

Pemanggilan Rahma dijadwalkan pada hari ini Selasa (30/3) di ruang kerja Gubernur Kepri lantai 4, Pulau Dompak, Tanjungpinang. Namun, Rahma mangkir.

Ansar geram melihat tingkah laku Rahma yang dinilai tidak mempunyai attitude (sikap) dan jiwa kepemimpinan dalam memimpin Kota Tanjungpinang.

“Kita akan surati kembali. Kita panggil Bu Rahma pada hari Kamis. Kita harap beliau datang,” tegasnya Selasa (30/3).

Jika tidak hadir, Ansar akan melaporkan hal ini ke Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah.

“Bisa saja ketika saya lapor, beliau akan disekolahkan di Kemendagri. Seperti tidak menghargai. Kita harus saling menghormati,” tegasnya lagi.

Terpisah, Pengamat Pemerintahan, Dedik Setiawan, menilai sikap Rahma tidak dewasa dan sedikit angkuh yang bisa saja membuat hubungan antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang akan tidak baik.

“Saat ini saja hubungan Pemprov Kepri dan Pemkot Tanjungpinang renggang. Ini akibat ulah Rahma yang tidak menghargai gubernur,” katanya.

Rahma tidak merespon surat yang dilayangkan oleh gubernur untuk segera memproses Pemilihan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

“Sudah 3 kali gubernur kirimkan surat tapi tidak direspon. Anggap angin lalu saja. Tentu, Ansar sebagai gubernur geram lihat tingkah laku Rahma ini,” tutur Dedik.

Akibat ulah Rahma yang tidak merespon surat gubernur, Ansar pun “membalas” sikap Rahma yang tidak menandatangani surat Rahma untuk melakukan job fit pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Nah, baru tau rasakan. Jadi ini ada tarik ulur. Saling balas membalas. Ini kita ditontonkan hal yang aneh. Masyarakat yang jadi dampaknya. Cobalah Bu Rahma dewasa,” tegas Dedik.

Dedik mendukung Gubernur Ansar untuk menyekolahkan Rahma di Kemendagri.

“Kita sangat dukung, saya rasa itu langkah yang tepat. Biar tahu jadi pemimpin itu tidak mudah,” ungkapnya.

(san)