Wabup Ngesti Buka Rakor Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama

img-20180509-wa0017_1

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, membuka secara resmi rapat koordinasi (Rakor) Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama. Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, pada Rabu (09/05/2018) siang.

Dalam sambutannya Ngesti menerangkan, bahwa belakangan ini diluar Daerah seperti Jakarta, banyak terjadi peristiwa atau konflik yang membuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia jadi pudar. Namun hubungan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Natuna, sampai saat ini tidak ada masalah dan masih dalam situasi kondusif.

Untuk itu ia berharap agar masyarakat Natuna dapat meningkatkan hubungan dan solidaritas antar umat beragama.

img-20180509-wa0014

“Mari sama-sama kita tingkatkan hubungan dan solidaritas antar umat beragama, menjaga agar tidak terjadi konflik-konflik sosial antar umat beragama demi menjaga keutuhan NKRI,” ajak Ngesti.

Kata Ngesti, bukan hanya Agama yang bermasalah, tetapi Ras, Etnis dan Budaya juga sering terjadi permasalahan. Natuna merupakan daerah perbatasan. Dimana didaerah yang terletak di Laut Natuna Utara ini, terdapat banyak suku, etnis, ras dan budaya. Untuk itu Ngesti meminta agar masing-masing suku, dapat menjaga kerukunan dan saling menghargai budaya antar suku lain.

“Mudah-mudahan ditahun Politik 2019 nanti tidak terjadi konflik antar umat beragama didaerah kita. Dan mudah-mudahan FKUB bisa membantu Pemerintah Daerah dan mensosialisasikan program-program pembangunan Pemerintah Daerah,” katanya.

img-20180509-wa0018_1

Lanjut Ngesti, FKUB harus melaksanakan tugas dan peran masing-masing dan harus dekat dengan Pemerintah Daerah, demi menjaga situasi yang kondusif di Kabupaten Natuna.

Sementara itu Ketua FKUB Natuna, Wan Zawali mengatakan, bahwa pihaknya sudah bekerja keras, mengamati dan mengawasi situasi kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Natuna. Namun kata dia, Kabupaten yang didominasi oleh suku melayu ini, belum pernah terjadi gesekan yang berarti antar suku dan antar umat beragama. Artinya situasi keamanan di Natuna masih sangat kondusif, dan perlu dipertahankan.

“Yang terpenting ialah kesiapan diri kita masing-masing, dimanapun kita berada kita harus tau siapa diri kita, mana yang jahat dan mana yang baik, Insha Allah Kabupaten Natuna aman dan Damai,” pesan Wan Zawali, yang juga merupakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna.

Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Para OPD, FKPD dan para tamu undangan.

Laporan : Erwin Prasetio