Wabup Natuna Ngesti Kembali Kampanyekan Gerakan Menanam Pohon

Wabup Ngesti saat menanam pohon bersama siswa siswi dan masyarakat di Bunguran Tengah.

Wabup Ngesti saat menanam pohon bersama siswa siswi dan masyarakat di Bunguran Tengah.

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti kembali mengkampanyekan gerakan menanam pohon kepada pelajar sejak dini dengan tujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Sejak dini kalian harus mulai belajar dan peduli dengan lingkungan. Tanamlah bibit pohon sebanyak-banyaknya, kelak sudah dewasa kalian akan merasakan manfaatnya,” kata Ngesti kepada puluhan pelajar tingkat SD, SMP dan SMA di desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah pada acara penanaman bibit pohon pucuk merah, seperti dikutip dari Sindo Batam. Ahad (11/02/2018) siang.

Menurutnya, gerakan gemar menanam bibit pohon tidak harus dilakukan ketika hutan sudah gundul. Namun gerakan ini harus dilakukan sejak sekarang agar alam tetap terjaga.

“Jangan bisanya hanya nebang pohon, tetapi juga harus bisa menanam kembali. Baik itu bibit buah-buahan, bibit kayu olahan atau bibit tanaman hias. Semuanya harus seimbang. Mari kita buat seindah mungkin lingkungan ini dengan cara menanam bibit pohon sejak dini,” ajak Wabup Ngesti dihadapan seluruh warga desa dan aparatur pemerintah Kecamatan Bunguran Tengah.

Gerakan menanam pohon ini sambung Ngesti, adalah bagian dari program pemerintah pusat dalam menjaga lingkungan hidup. Pemerintah sangat mendukung kegiatan penghijauan baik yang dilakukan lembaga, ormas maupun kelompok masyarakat.

Terlebih sektor lingkungan hidup dan kehutanan, merupakan salah satu dari 5 sektor percepatan pembangunan yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, untuk Natuna.

“Yang penting tujuannya baik. Ikut melestarikan lingkungan,” pungkas Ngesti.

Sementara itu Camat Bunguran Tengah, Saidir mengatakan, penanam bibit pohon pucuk merah diwilayahnya adalah bukti nyata bahwa masyarakat peduli dengan lingkungan. Bibit pohon pucuk merah disebar di seluruh rumah warga, perkantoran, sekolah dan tempat ibadah yang ada di Bunguran Tengah.

“Terimakasih kepada Among Mitro yang sudah mempelopori kegiatan ini. Kami berharap, kegiatan ini terus berlanjut,” harap Saidir.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top