Wabup Natuna Ngesti Buka Resmi PRoPPA Baznas

img-20180804-wa0040_1

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, membuka secara resmi Program Pelatihan Pengajar Al-Qur’an (PRoPPA) yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna, bekerjasama dengan Baznas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kegiatan rutin tahunan yang ditujukan kepada para guru Ngaji di Natuna tersebut, dilaksanakan di Rumah Makan Sisi Basisir, Jalan DKW. Muhammad Benteng, Ranai, pada Sabtu (04/08/2018) pagi.

Dalam sambutannya Ngesti mengatakan, Natuna bagai mendapat keberkahan karena ada peningkatan pengumpulan zakat, yang dilakukan oleh BAZNAS Natuna. Hal itu, kata Wabup, tidak terlepas dari kerja keras dari rekan-rekan pengurus BAZNAS yang bekerja tanpa pamrih.

“Kerja sama Pemerintah dengan badan amil zakat nasional (Baznas, red) merupakan langkah awal untuk mengumpulkan zakat, dari kita untuk kita,” terang Ngesti.

img-20180804-wa0037_1

Kata Ngesti, Bupati Natuna telah mengintruksikan dan membuat surat edaran, untuk melakukan pemotongan gaji ASN, yang diperuntukkan untuk zakat. Dengan didukung penuh kesadaran masyarakat, maka peningkatan zakat itu bisa naik signifikan.

“Natuna ini PAD nya kecil dan hanya berharap dari APBD. Itupun naik turun. Sehingga Pemerintah merasa kesulitan untuk memberi bantuan. Tahun dulu sama sekarang keuangannya jauh berbeda. Jika dulu DBH migas sampai ratusan milyar, sementara sekarang hanya milyaran rupiah saja,” terang Wabup.

Oleh karena itu, lanjut Ngesti, TPQ tidak dapat dibantu lagi. Hal itu juga diperkuat karena adanya aturan, tidak memperbolehkan bantuan sosial (Bansos) diberikan berkesinambungan. Jika Pemerintah daerah melanggar, bisa berpotensi untuk bersentuhan dengan hukum.

img-20180804-wa0038_1

“Pemerintah sekarang ini, satu rupiah pun harus ada pertanggung jawabannya. Hari ini yang bisa dibantu hanya masjid, surau maupun rumah ibadah lainnya. Dan itu langsung lewat rekening masjid, tidak bisa lagi lewat perorangan,” kata Mantan Anggota DPRD Natuna tersebut.

Sementara itu Ketua Baznas Provinsi Kepri, H. Muhammad Aminudin Hadi, dalam sambutannya mengatakan, bahwa ada pembagian bantuan bagi fakir miskin dan mualaf, serta pelatihan bagi guru ngaji, yang merupakan kegiatan stimulan. Pihaknya berharap Pemkab Natuna bisa meneruskan pembinaan ini, karena kemajuan Natuna terletak pada sisi tersebut diatas.

“Kami sangat berterimakasih atas kebijakan Bupati Natuna yang memotong gaji ASN, untuk berzakat. Hal ini telah diikuti oleh kabupaten lain di Provinsi Kepri. Sebenarnya masih banyak zakat yang belum terlaksana dengan baik. Karena banyak beranggapan zakat itu cuma zakat fitrah saja,” ungkap Aminudin Hadi.

img-20180804-wa0039_1

Kabupaten Natuna, kata Aminudin Hadi, sangat banyak potensi untuk pengumpulan zakat. Seperti dari hasil pertanian, hasil laut, hasil berniaga dan dari sektor lainnya.

“Hitungannya sebenarnya tidak susah. Jika dapat penghasilan 20 juta dari hasil jual komoditi pertanian atau perikanan, langsung potong dua setengah persen. Yang susah itu adalah memberikan zakatnya bukan menghitung. Oleh karena itu diharapkan bagi guru ngaji agar menekankan anak didiknya rajin berinfaq,” pinta Aminudin Hadi, seraya menutup sambutannya.

Kegiatan yang mengankat tema “Melaui Program Pelatihan Pengajar Al-Qur’an Kita tingkatkan Kualitas dan Seni Baca Al-Qur’an” itu, juga memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta, kepada 29 orang siswa tidak mampu dari 10 sekolah tingkat SLTA di Natuna. Bantuan tersebut akan diterima siswa per semester, atau dua kali dalam setahun.

Selain itu, Baznas Kepri juga memberikan bantuan kepada Usaha Kreatif atau Home Industri kurang mampu, sebesar Rp 2 juta per orang, sebanyak 20 orang.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top