Wabup Natuna Minta Seluruh Pihak Sosialisasikan Bahaya LGBT

Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti.

Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti.

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, mengintruksikan seluruh pihak terkait, untuk mengawasi dan mensosialisasikan bahaya perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dikalangan remaja.

Hal ini menyusul adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sepasang kekasih sesama jenis, yang sempat menghebohkan publik Natuna.

Betapa tidak, lelaki yang berinisial AA dan AAE, mengaku sebagai pasangan suami istri. Kendati mereka sendiri menyadari bahwa jenis kelamin mereka sama.

Hal ini membuat orang nomor 2 di Natuna tersebut, merasa gusar. Dan langsung menghimbau kepada beberapa instansi terkait, termasuk masyarakat, ikut mengontrol dan mengawasi perilaku LGBT, yang mulai meresahkan warga Natuna tersebut.

Termasuk Satpol PP, Disdikpora, Dinas Sosial, KPPAD, Organisasi Agama, Kepemudaan, Masyarakat, Mahasiswa, Ketua RT, RW dan Organisasi atau Instansi lainnya.

“Saya juga meminta kepada para orang tua, agar mengawasi perilaku anak-anaknya,” kata Ngesti kepada LintasKepri.com, melalui pesan singkat WhatsApp. Sabtu (20/10/2018) siang.

Kepada Satpol PP, Ngesti meminta agar lembaga tersebut aktif melakukan patroli dan mengawasi tempat-tempat yang rawan dijadikan praktik menyimpang bagi para remaja. Seperti tempat hiburan malam, tempat sepi, penginapan dan rumah kost.

“Saya juga tekankan kepada pihak Disdikpora, supaya juga melakukan sosialisasi bahaya LGBT ini, kepada setiap sekolah-sekolah,” tegasnya.

Mantan Anggota DPRD Natuna itu juga meminta, agar para Ketua RT dan RW, lebih aktif dan peka terhadap lingkungannya. Terutama terhadap keberadaan orang asing, yang dianggap mencurigakan.

Sebelumnya, pada Jum’at (19/10/2018) petang, pihak Kecamatan Bunguran Timur bersama Satpol PP Natuna, mengamankan sepasang remaja Gay, di Teluk Baruk Desa Sepempang, yang mengaku sebagai pasangan suami istri.

Keduanya lantas langsung digelandang ke Mako Satpol PP Natuna, untuk dimintai keterangan. Salah seorang diantaranya merupakan warga asal Jakarta, yang belum lama berada di Natuna.

Remaja berusia 16 tahun itu pun akhirnya dipulangkan ke daerahnya di Jakarta, dengan menggunakan Kapal Laut. Sementara kekasihnya AA, yang merupakan warga asli Sepempang, tetap diamankan di Mako Satpol PP, untuk dilakukan pembinaan.

Peristiwa memalukan ini, menjadi cambukan keras bagi Pemerintah Kabupaten Natuna dan juga masyarakat, agar kedepannya lebih gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya LGBT.

Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat pun, diharapkan ikut menabuh genderang perang, terhadap keberadaan LGBT, yang merupakan perilaku menyimpang dan membahayakan generasi penerus bangsa.

Karena jika dibiarkan, dikhawatirkan hubungan sesama jenis yang tidak dibenarkan oleh agama maupun undang-undang itu, bakal menjamur dan merusak moral para generasi penerus.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top