Terkendala Faktor Alam, Dandim Natuna Optimis Mampu Selesaikan TMMD di Anambas

Dandim 0318/Natuna, Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr (Han), saat menghubungu anggonya di Anambas, terkait pengerjaan TMMD.

Dandim 0318/Natuna, Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr (Han), saat menghubungi anggonya di Anambas, terkait pengerjaan TMMD.

Natuna, LintasKepri.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0318/Natuna, kembali melaksanakan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke 106.

Namun berbeda dengan pelaksanaan TMMD ditahun-tahun sebelumnya yang dilakukan di Kabupaten Natuna, kali ini Kodim 0318/Natuna memilih sasaran di daerah Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Karena kita membawahi dua Kabupaten, yaitu Natuna dan Anambas. Ya harus giliran lah, habis di Natuna di Anambas, nanti di Natuna lagi,” ujar Dandim 0318/Natuna, Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr (Han), saat ditemui awak media diruang kerjanya, Senin (14/10/2019) sore.

Ferry menyebutkan, meski Satgas TMMD ke 106 tahun 2019 sudah menjalani separuh waktu dari masa pengerjaan yang telah ditentukan, namun hasil dilapangan baru mencapai 40 persen. Hal itu diakibatkan lantaran adanya faktor cuaca dan medan yang dihadapi oleh para Satgas TMMD.

Pembukaan TMMD ke 106 tahun 2019 di Kabupaten Anambas.

Pembukaan TMMD ke 106 tahun 2019 di Kabupaten Anambas.

Pasalnya, kata Ferry, akhir-akhir ini sering terjadi hujan lebat, yang menghambat pengerjaan pembukaan jalan antara Desa Mampok menuju Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Anambas. Ditambah lagi dengan kondisi alam daerah tersebut yang berbentuk perbukitan dan bebatuan, yang membuat tim Satgas kewalahan dalam melakukan pengerjaannya.

“Yang parah itu dititik nol, itu kemiringannya mencapai 90 drajat. Sehingga harus kita potong dulu bukitnya. Makanya seluruh alat berat kita kumpulkan disitu, ada 4 bulldozer dan 3 excavator. Sekarang sedang proses pemadatan dititik nol itu,” terang Ferry.

Meski terkendala faktor alam dan cuaca, namun lelaki asal Kota Banyuwangi Jawa Timur itu tetap optimis, akan mampu menyelesaikan pekerjaannya, hingga waktu penutupan secara serentak TMMD ke 106 diseluruh Indonesia, yang jatuh pada tanggal 31 Oktober 2019 nanti.

“Tetap akan saya selesaikan, kalau perlu malam pun akan kita kerjakan. Ini demi memperlancar akses transportasi masyarakat setempat,” tegas Ferry, dengan penuh rasa optimis.

Ferry menambahkan, bahwa sasaran utama pelaksanaan TMMD kali ini, berupa pembukaan jalan antara Desa Mampok menuju Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, dengan lebar 9,5 meter dan panjang 2000 meter. Namun lanjut Ferry, volume tersebut belum mampu menembus keterisolasian antar kedua Desa tersebut, yang diperkirakan memiliki jarak hampir 7 kilometer.

Satgas TMMD ke 106 saat membuka jalan antara Desa Mampok ke Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Satgas TMMD ke 106 saat membuka jalan antara Desa Mampok ke Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Ya tapi ini sudah memperpendek jarak tempuh mereka dengan menggunakan pompong (perahu motor, red). Sebelumnya mereka harus muter pulau dulu,” katanya.

Selain membuka akses jalan, Satgas TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial non fisik. Diantaranya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, wawasan kebangsaan (Wasbang), penyuluhan pertanian, perikanan, peternakan dan pembagian sembako.

Selain itu, pihak Kodim 0318/Natuna juga akan mendemokan Bios 44 kepada para petani dan peternak yang ada di wilayah Anambas. Bios 44 merupakan salah satu jenis pupuk organik yang telah difermentasi, untuk menyuburkan tanaman.

“Selain itu, saya juga sudah perintahkan kepada seluruh anggota saya, agar senantiasa membantu warga setempat yang sedang mengalami kesusahan. Sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” pungkas Ferry.

Satgas TMMD ke 106 tahun 2019 itu, berjumlah 150 personel, yang terdiri dari jajaran TNI AD, AL, AU, POLRI Lembaga Vertikal lainnya serta masyarakat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top