Tak Punya Data, HMKN Tanjungpinang Tuding Pemkab Natuna Tutup Mata Soal Neisya

Ketua HMKN Tanjungpinang, Darmawan.

Ketua HMKN Tanjungpinang, Darmawan.

Natuna, LintasKepri.com – Lagi-lagi Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) Tanjungpinang, membuat sensasi di Media Sosial, tanpa memiliki data yang akurat. Sehingga membuat masyarakat dan Pemkab Natuna geram.

Sebelumnya Anggota HMKN Tanjungpinang, atas nama Robi Saputra, dengan menyebut bahwa Mess Masyarakat Natuna yang berada di Kota Tanjungpinang dengan sebutan “Kandang”, yang dipostingnya di group Facebook Berita Natuna, yang langsung membuat netizen menghujatnya di Medsos.

Namun tampaknya teguran untuk HMKN Tanjungpinang itu, tak membuat mereka berhati-hati dalam menulis status di Medsos, yang nota benenya dilihat ribuan orang.

Kali ini giliran Darmawan, yang merupakan Ketua HMKN Tanjungpinang periode 2017-2018, yang secara tiba-tiba menulis postingan di group WhatsApp Berita Natuna, yang membuat masyarakat yang tergabung dalam group Medsos itu terkejut.

Gambar pada postingan Darmawan di Group WA Berita Natuna.

Gambar pada postingan Darmawan di Group WA Berita Natuna.

Pasalnya dalam postingannya, ia menuding Pemkab Natuna tidak peduli dengan saudari Daeng Neisya Novriliana (2), yang terkena penyakit hidrocefalus. Bahkan ia menilai, Pemkab Natuna sangat egois, dengan hanya menghabiskan anggaran yang tidak jelas dan hanya mementingkan kepentingan pribadi.

“Kemana Pemkab, apakah kalian tidak peduli dengan hal ini ?, Pemerintah Natuna sangat egois saya nilai, anggaran hanya dihabiskan hanya untuk hal yang tidak jelas dan mementingkan keuntungan peibadi,” tulis Darmawan dalam group WhatsApp Berita Natuna, seraya memosting gambar Neisya. Jum’at (09/02/2018) siang.

Bahkan tanpa harus mencari kebenarannya, Darmawan berani menuduh Pemkab Natuna menghabiskan anggaran puluhan milyar hanya untuk mengadakan Kapal Ferry dan Rumah Dinas bagi pejabat Natuna, tanpa membantu saudari Neisya.

“Berpuluh-puluh milyar kalian keluarkan anggaran untuk pengadaan Ferry Pemda, Rumah Dinas dan lain-lain. Untuk hal ini sepeserpun kalian tidak ada memberikan bantuan atau keringanan tangan. Apakah begini kerja Pemerintah, hanya bisa menghabiskan uang rakyat untuk hal yang tidak penting bagi masyarakat, tapi menguntungkan Pemkab,” tulis Darmawan.

Bahkan pihaknya mengancam akan membuat sebuah gerakan besar, supaya Pemkab Natuna terbangun dari tidurnya. Mereka menuduh para Pimpinan dan Pejabat di lingkungan Pemkab Natuna, tidak bekerja apa-apa untuk kesejahteraan rakyat dan daerahnya.

“Teguran keras bagi Pemerintah Kabupaten Natuna dari kami HMKN Tanjungpinang. Pemkab teruslah seperti ini, karena kamipun akan ada agenda yang lebih besar dan membuat kalian bangun dari tempat tidur kalian,” tutup Darmawan dalam postingannya.

Menanggapi postingan Darmawan, Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti, pun sangat menyayangkan hal ini. Pasalnya, HMKN Tanjungpinang tidak memiliki data yang akurat dengan tuduhannya tersebut.

Padahal, Pemkab Natuna sendiri melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dan Dinas Kesehatan, juga sudah membantu dalam pengobatan Neisya.

“Sudah saya marahi dia (Darmawan, red). Saya juga suruh mereka (HMKN, red) untuk meminta maaf serta buka mata, telinga dan hati,” kata Ngesti kepada LintasKepri.com, melalui pesan singkat.

Ngesti meminta HMKN Tanjungpinang, agar terlebih dahulu mengumpulkan data yang akurat serta kroscek lapangan, sebelum membuat pernyataan yang menyudutkan Pemerintah Daerah Natuna.

“Bisanya ngomong saja jelekkan Pemerintah, memang mereka sudah berbuat apa untuk Naisya ?,” tanya Ngesti.

Padahal pada 22 Desember 2017 lalu, Kepala Dinsos PPPA Kartina Riawita, bersama Ketua TP PKK dan beberapa organisasi kewanitaan lainnya, secara spontan telah memberikan bantuan kepada keluarga Neisya, berupa uang tunai. Bertepatan dengan peringatan hari ibu ke 89 tahun.

“Bantuan akan di berikan jika masyarakat yang mengalami musibah menyerahkan proposal bantuan ke BPKPAD melalui Dinsos PPPA,” kata Kartina Riawita.

Sementara dari Dinas Kesehatan sendiri, juga telah memfasilitasi tenaga medis untuk mendampingi keluarga Neisya, selama proses operasi Neisya diluar daerah tersebut, berlangsung.

Selain itu, beberapa organisasi kepemudaan dan LSM, seperti FKPS, Komuna, Pers Natuna Solidarity, PMI, FBN dan Pramuka, juga telah melakukan penggalangan dana, yang berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 45.744.000.

Terpisah, pemilik akun Abib Juong Adi, juga menyayangkan pernyataan dari Ketua HMKN Tanjungpinang tersebut. Menurutnya Pemkab dan Masyarakat Natuna, sudah terlebih dahulu berbuat untuk Naisya, sebelum HMKN Tanjungpinang tahu masalah ini.

“Awak saje baru tau, hemmm,, Udah lame kami bergerak termasuk Pemerintah,” tulis Abib Juong Adi di Group WA Berita Natuna.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top