Tagihan Listrik Masyarakat Membengkak, DPRD Berencana RDP dengan PLN Tanjungpinang

Pemko Tpi
Surya Admaja (kiri) dan Dicky Novalino (kanan).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Tagihan listrik yang membengkak terhadap masyarakat di tengah pandemi corona, membuat DPRD Kota Tanjungpinang akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN setempat.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino, mengungkapkan, dewan akan memanggil pihak PLN terkait permasalahan kenaikan tagihan listrik yang tinggi dialami masyarakat.

“Insya Allah DPRD Tanjungpinang akan memanggil PLN untuk Rapat Dengar pendapat (RDP) mengenai lonjakan tarif listrik bulan Juni di tengah pandemi COVD-19,” ucapnya, Sabtu (6/6).

DPRD, kata Dicky, akan melayangkan surat terlebih dahulu ke PLN Senin nanti. Wakil rakyat meminta dalam minggu ini RDP sudah dapat dilaksanakan.

“Ya kita harapkan Selasa (9/6) sudah RDP,” ucapnya.

Pimpinan DPRD, jelas Dicky, sudah setuju untuk RDP bersama PLN. Dia menyebut, RDP dilakukan agar dapat mengetahui alasan atau penyebab lonjakan tarif listrik yang terjadi bulan Juni ini oleh PLN.

“Biar jelas apa yang menjadi alasan dasar dan penyebabnya,” tegas Dicky.

Wakil rakyat ini berharap kepada masyarakat yang mengalami hal tersebut bisa memberikan bukti.

“Sebagai bahan pembahasan kita saat RDP nantinya,” pinta Politisi Demokrat ini.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Surya Admaja, mengungkapkan, pengguna listrik pascabayar di Tanjungpinang hampir semua mengeluh. Dirinya pun sudah menghubungi Manajer UP3 PLN Kota Tanjungpinang terkait hal itu.

“Saya sudah menghubungi Pak Suharno selaku Manajer UP3 PLN Kota Tanjungpinang untuk meminta klarifikasi dengan naiknya pembayaran rekening listrik bulan Juni 2020 secara signifikan,” kata Surya.

Dia juga membenarkan DPRD Tanjungpinang akan melakukan RDP pada Selasa (9/6) dengan PLN, soal tarif listrik yang naik.

Hal itu dilakukan karena penjelasan Manajer UP3 PLN Tanjungpinang belum memuaskan. Selain itu juga belum memberikan solusi terhadap keluhan masyarakat.

“Rencananya Selasa, 09 Juni 2020,” ucapnya.

Dari beberapa data masyarakat yang Surya dapati, terdapat pola yang sama seperti tersistematis dan kenaikan pembayaran yang masif terhadap hampir seluruh pelanggan listrik pascabayar.

“Masyarakat Kota Tanjungpinang pengguna listrik pascabayar hampir semua mengeluh. Tagihan listrik naik untuk bulan Juni 2020,” kata Politisi Gerindra ini.

Diketahui sebelumnya, warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kesal karena tagihan listrik di rumahnya naik drastis tanpa pemberitahuan pihak PLN di tengah pandemi corona.

“Jelas kita kesal lah. Tagihan bulan ini naiknya luar biasa hingga 50 persen dari biasanya yang dibayarkan,” kata Andi, warga Jalan Soekarno Hatta, Kota Tanjungpinang, Jumat (5/6).

(cho)