'

Setelah Pabrik Rokok, Tanjungpinang Akan Ada Industri Garam dan Pesawat Apung

Kepala Badan Pengusahaan (BP) FTZ Tanjungpinang, Den Yealta saat diwawancara wartawan di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (23/11).

Kepala Badan Pengusahaan (BP) FTZ Tanjungpinang, Den Yealta.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Setelah PT. Megatama Batu Karang Indonesia melakukan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Gubernur Nurdin Basirun sebagai tanda akan dibangunnya Industri pabrik rokok di kawasan FTZ Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dua industri lainnya akan menyusul. Dua industri itu yakni garam dan pesawat apung.

“Setelah industri rokok, industri garam juga akan masuk ke Tanjungpinang. Pengusahanya dari Surabaya. Sedangkan industri pesawat apung dari Jakarta,” kata Kepala BP Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kota Tanjungpinang, Den Yealta usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan industri pabrik rokok PT. Megatama Batu Karang Indonesia, Kamis (9/8).

Menurutnya pengusaha yang akan berinvestasi untuk membuka industri pabrik garam sudah positif.

“Kalau industri garam InsyaAllah sudah positif. Mereka masih meninjau lingkungan dan lain sebagainya. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” tutur Den Yealta.

Ia menambahkan, di Tanjungpinang kadar garam yang paling banyak terdapat di Pulau Dompak tepatnya didaerah Tanjung Moco.

“Di Tanjung Moco banyak kadar garamnya. Nanti mereka (pengusaha, red) bangun pabril didaerah situ,” terangnya.

Untuk industri pesawat apung masih tahap proses agar pengusaha segera menanamkan sahamnya dikawasan FTZ.

Den Yealta mengatakan dengan adanya beberapa industri yang akan hadir di Kota Tanjungpinang itu otomatis membuka lapangan kerja yang cukup besar.

“Tentunya akan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top