Sekda Natuna Minta Pejabatnya Tidak Sering Berangkat Keluar Kota

Sekda Natuna Wan Siswandi, saat menerima nama-nama peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama 2019 dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, dari Direktur SINPRO Bandung.
Sekda Natuna Wan Siswandi, saat menerima nama-nama peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama 2019 dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, dari Direktur SINPRO Bandung.

Natuna, LintasKepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP), kembali melaksanakan asesment seleksi untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna tahun 2019.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Natuna, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Wan Siswandi. Bertempat di Ruang Serbaguna Hotel Trend Central, Jalan Pramuka, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (01/10/2019) pagi.

Wan Siswandi menyebutkan, bahwa asesment tersebut merupakan salah satu syarat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), yang ingin mendapatkan sebuah jabatan penting di Pemerintahan. Salah satunya adalah jabatan pimpinan tinggi pratama.

Sambutan Sekda Natuna,
Sambutan Sekda Natuna, Wan Siswandi.

Namun kata dia, setiap ASN yang melamar sebagai pimpinan disuatu Instansi Pemerintahan, harus memiliki niat dan kemauan dalam bekerja.

“Karena walaupun dia pandai dan memiliki kemampuan, kalau tidak punya niat dan kemauan untuk bekerja, ya percuma, tidak ada gunanya,” sebut Wan Siswandi.

Wan Siswandi meminta kepada seluruh peserta asesment agar mengikuti semua proses yang diujikan oleh para asesor dengan baik dan bersungguh-sungguh. Sehingga nantinya bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman, yang dapat menunjang mereka dalam meniti karier sebagai ASN dilembaga Pemerintahan.

Ia pun berharap agar nantinya bagi peserta yang belum lulus seleksi, supaya tidak berkecil hati. Begitu pula bagi yang telah berhasil lulus asesment dan mendapatkan jabatan yang diinginkannya, agar tidak terlalu berbangga diri.

Laporan Kepala BKPP Natuna, Erwita Yuda.
Laporan Kepala BKPP Natuna, Erwita Yuda.

Karena kata dia, jabatan itu merupakan amanah dan rejeki dari Tuhan yang Maha Esa, yang dititipkan kepada hambanya.

“Rejeki itu tidak hanya uang, tetapi anak, kesehatan, pangkat dan jabatan itu juga adalah rejeki. Jadi jika nanti ada yang belum lulus seleksi, berarti Allah belum memberikan rejeki kepada kita,” ungkap Wan Siswandi.

Mantan Kadishub Natuna itu juga berpesan, agar nantinya bagi ASN peserta asesment 2019 dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna yang berhasil mendapat promosi jabatan sebagai pimpinan tinggi pratama, bisa bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab, demi pembangunan Daerah Natuna kearah yang lebih baik lagi.

“Ingat, nanti kalau sudah duduk bekerjalah dengan baik. Dan jangan suka berangkat-berangkat keluar Kota, jika tidak terlalu penting,” tegas Wan Siswandi, didepan para peserta asesment.

Para peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama tahun 2019.
Para peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama tahun 2019.

Sementara itu Kepala BKPP Natuna, Erwita Yuda, dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 34 orang pelamar jabatan pimpinan tinggi pratama. Mereka nantinya akan bersaing untuk mendapatkan 7 posisi strategis yang kosong dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna.

Ke 7 posisi strategis tersebut, diantaranya adalah Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Kantor Pajak dan Retribusi (KPR), Sekretaris Dewan (Sekwan), Staff Ahli bidang Sumberdaya Manusia dan Staff Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan.

“Kegiatan ini akan kita laksanakan selama 7 hari. Yaitu pelaksanaan Psikotes dari tanggal 1 sampai 3 Oktober serta tahap Penulisan Karya Tulis dan Wawancara dari tanggal 9 sampai 12 Oktober 2019. Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD Natuna tahun anggaran 2019,” terang Erwita Yuda.

Laporan : Erwin Prasetio