'

Satpol PP Tanjungpinang Konsultasi dengan Satpol PP Bandung

Sekretaris Satpol PP Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja (kanan) saat Konsultasi dengan perwakilam Satpol PP Bandung, di Kota Bandung belum lama ini.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Satpol PP Tanjungpinang berkonsultasi dengan Satpol PP Bandung belum lama ini di kota kembang tersebut.

Pemicunya karena pada 2017 tepatnya September lalu, Satpol PP Bandung mendapatkan predikat terbaik dalam segi pelayanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Sekretaris Satpol PP Kota Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja bersama dua orang staf yang datang ke Kantor Satpol PP Kota Bandung mengatakan, pihaknya telah mendapatkan beberapa pelajaran dan juga telah mengetahui sistem yang dipakai Satpol PP Kota Bandung untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Pada intinya mereka mempunyai satu sistem pelayanan laporan masyarakat 24 jam secara online dengan menggunakan media massa seperti Facebook, Twitter dan juga WhatsApp. Kebanyakan masyarakat disana lebih senang menggunakan pesan WhatsApp karena dianggap muda alias tidak ribet,” ucapnya.

Dedy menjelaskan, sistem ini nantinya akan mempermudah pihaknya dalam memberikan pelayanan, dan juga kepada masyarakat yang ingin mengadukan permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Jadi sistemnya itu pada saat masyarakat melapor kepada kita, kemudian kami tindaklanjuti dengan menggerakkan anggota yang di pimpin oleh komandan regu untuk turun ke lapangan langsung. Kemudian komandan regu tersebut bertanggungjawab memberikan informasi kepada atasan atasan,” ungkapnya.

Hasil konsultasi tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Satpol PP. Saat ini tengah diupayakan agar sistem pelayanan tersebut dapat dipergunakan pada tahun ini juga.

“InsyaAllah akan berjalan pada tahun ini. Saat ini kami masih menyiapkan usulan anggaran agar aistem ini berjalan,” tuturnya.

Sistem yang dipakai Satpol PP Kota Bandung yang akan diterapkan di Satpol PP Tanjungpinang.

Dedy menjelaskan, menjalankan sistem tersebut harus ada beberapa perangkat komputer dan juga beberapa handphone untuk komandan regu yang berjumlah 10 orang.

Dengan adanya sistem ini, pihaknya dapat mengetahui apakah kejadian yang di laporkan masyarakat kepada pihaknya betul atau hanyalah tindakan iseng belaka.

“Jadi dengan adanya sistem ini, masyarakat tidak bisa lagi iseng-iseng memberikan laporan kepada kami. Karena apabila ada yang iseng kami akan mencari dimana keberadaannya,” tuturnya.

(M. Danu)

Baca juga :

Top