Sambut PLBN, Amin Sulap Serasan Menjadi Kampung Pelangi

Salah satu jalan berundak di Serasan, yang dipoles menyerupai tikar pandan khas Serasan.
Salah satu jalan berundak di Serasan, yang dipoles menyerupai tikar pandan khas Serasan.

Natuna, LintasKepri.com – Sejak dilantik pada 7 Januari 2019 lalu, Camat Serasan, Muhammad Amin, langsung membuat gebrakan mengejutkan, yang tidak dilakukan oleh Camat-camat sebelumnya.

Gebrakan ini dilakukan Amin, dengan menggerakkan Pemerintah Kecamatan, Desa dan Masyarakat, untuk memoles daerah mereka menjadi lebih menarik.

Pemolesan tersebut dilakukan Amin, dengan cara mengecat beberapa fasilitas umum di sudut perkampungan, seperti batu miring, pagar serta beberapa anak tangga di jalan pemukiman warga yang ada di Kecamatan Serasan, dengan cat warna warni.

Beberapa fasilitas umum di Serasan tampak dicat dengan warna-warni yang menarik.
Beberapa fasilitas umum di Serasan tampak dicat dengan warna-warni yang menarik.

“Itu murni ide Saya. Pas pindah ke Serasan, Saya melihat ada yang menarik untuk dipoles, tapi belum terpoles,” ujar Amin, saat dihubungi oleh media ini melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Rabu (27/03/2019) siang.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan dan Sekretaris Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana Natuna tersebut menjelaskan, bahwa konsep ini muncul, karena ia menilai beberapa sudut Desa yang ada di Serasan kurang menarik dan terlihat biasa saja. Akhirnya ia memutuskan untuk menggandeng beberapa Pemerintah Desa dan Masyarakat Serasan, untuk memolesnya dengan memunculkan karakteristik Pulau Serasan.

“Ya, kita poles dengan berbagai warna, agar enak untuk dipandang. Ini sudah berjalan hampir tiga bulan,” katanya.

Salah satu dinding bekas Astaka MTQ di Serasan, yang berlukiskan Pantai Sisi Serasan.
Salah satu dinding bekas Astaka MTQ di Serasan, yang berlukiskan Pantai Sisi Serasan.

Karakteristik dan budaya Serasan yang ditonjolkan dalam karya seni ini, diantaranya lukisan Pantai Sisi, Penyu, Tikar Pandan serta Gambar Dinosaurus dengan sekema Tiga Dimensi (3D).

“Pemilihan lukisan Dinosaurus 3D lebih pada segi ilmu pengetahuan, dipadukan dengan seni lukis 3D. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat berswafoto bagi masyarakat Serasan,” terang Amin.

Lelaki asal Provinsi Kalimantan Barat itu menambahkan, bahwa kegiatan ini dikerjakan secara swadaya. Baik dari segi pembiayaan maupun tenaga kerjanya.

Corak tikar pandan khas Serasan yang dilukis disetiap anak tangga di jalan pemukiman.
Corak tikar pandan khas Serasan yang dilukis disetiap anak tangga di jalan pemukiman warga.

“Biayanya kita peroleh secara swadaya dari berbagai pihak. Begitu juga pekerjanya, dilakukan oleh para Staff Camat, Kelurahan, Desa, Uspika dan para pemuda setempat. Ini kita kerjakan setiap hari, selain hari libur,” jelas Amin.

Kata Amin, pengecatan sarana umum ini baru dilaksanakan di Kelurahan Serasan dan Desa Hilir. Setelah itu menyusul Desa Tanjung Setelung, Desa Tanjung Balau, Desa pangkalan dan Desa Batu Berian.

“Ini akan terus berlanjut diseluruh Kelurahan dan Desa di Serasan. Karena sifatnya giliran,” ucapnya.

Motif tikar pandan khas Serasan, tampak mewarnai setiap sudut kampung di Serasan.
Motif tikar pandan khas Serasan, tampak mewarnai setiap sudut kampung di Serasan.

Selain memoles beberapa fasilitas umum diatas, pihaknya juga telah menyulap komplek bekas Astaka MTQ yang ada di Desa Pangkalan, menjadi tempat bermain yang ramah bagi anak-anak dan remaja.

Lebih jauh Amin menjelaskan, bahwa hal ini dilakukan dalam rangka menyambut rencana Pemerintah Pusat untuk membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu, di Kecamatan Serasan. Sebagai pintu gerbang Kabupaten Natuna, tentunya Amin tidak ingin menyuguhkan pemandangan yang membosankan di daerah yang dipimpinya saat ini.

Camat Serasan, Muhammad Amin.
Camat Serasan, Muhammad Amin.

Hal ini ia lakukan agar dapat menarik minat para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berkunjung ke Pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia bagian timur dan Brunai Darussalam tersebut.

“Sebagai Kota persinggahan, tentu harus menampilkan suasana yang nyaman dan indah serta bersih. Sehingga membuat betah siapapun yang datang, dan berkenan untuk kembali lagi dengan membawa handai taulannya ke Serasan,” harap Amin.

Laporan : Erwin Prasetio