Ratusan Pekerja Asal Sambas Transit, Saat Ini di Ruko Tanjung Unggat, Sekda: Jangan Lama di Tanjungpinang

Pemko Tpi
Ini ruko yang dijadikan tempat penampungan 293 pekerja Asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, di Jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sebanyak 293 orang pekerja kayu di Riau, melakukan transit di Kota Tanjungpinang. 293 orang tersebut tiba di Tanjungpinang, Jumat (5/6) malam.

Saat ini, pekerja tersebut berada di salah satu ruko yang terletak di Jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, untuk beristirahat sambil menunggu keberangkatan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Dari pantauan LintasKepri.com, ruko tersebut dijaga oleh warga setempat, agar para pekerja tersebut tidak berkeliaran kemana-mana.

Penanggung Jawab Pekerja asal Sambas, Iwan, menjelaskan pekerja tersebut sebelum sampai di Tanjungpinang sudah dilakukan pengecekan kesehatan serta rapid test.

“Itu sudah dilakukan cek kesehatan bahkan rapid test sebelum sampai di Tanjungpinang. Saya jamin mereka aman,” tegas Iwan saat dijumpai di Tanjung Unggat.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, kata Iwan, sudah datang ke tempat pekerja ditampung.

“Tadi bu Susi (Kabid Penyakit Menular) ada datang. Dia bilang pekerja akan dilakukan rapid test ulang. Tapi belum dapat jadwal kapan,” kata Iwan.

Saat ini, Iwan mengaku, untuk pemulangan pekerja ke Sambas masih menunggu jadwal kapal Pelni.

“Kapan mereka dipulangkan, kita tunggu jadwal dari Pelni,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Penyakit Menular, Susi, membenarkan jika dirinya bersama anggota telah mendatangi tempat penampungan pekerja tersebut.

“Ya, tadi kita datang kesana, memantau saja,” kata Susi saat dihubungi.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, juga membenarkan perihal kedatangan pekerja tersebut.

“Iya, semalam ada sekitar 300 pekerja ada datang ke sini. Begitu sampai kita rapid test,” ucap Sekda.

Teguh meminta agar para pekerja tersebut tidak berlama-lama berada di Tanjungpinang.

“Kita minta mereka tidak lama disini. Tiga atau lima hari mereka langsung berangkat lagi ke kampung mereka. Kan tujuannya cuma transit saja,” tutupnya.

(san)