Puluhan Siswa MAN 1 Natuna Turun Kejalan Tolak Terorisme

img-20180522-wa0029_1

Natuna, LintasKepri.com – Puluhan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna, turun kejalan untuk menggelar Aksi Damai Tolak Terorisme. Selasa (22/05/18) petang.

Peserta Aksi yang berjumlah 60 orang tersebut, terdiri dari OSIS, PMR, Pramuka dan Guru MAN 1 Natuna ini, melakukan Aksi Damai sebagai bentuk dukungan terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya memberantas teroris di Indonesia.

Tampak Siswa Siswi yang didampingi langsung oleh guru dan dijaga pihak Kepolisian Resort Natuna ini membawa sejumlah atribut bertuliskan “Islam Mengajarkan Perdamaian dan Toleransi”, ”NKRI Harga Mati” dan beberapa tulisan anti terorisme lainnya.

img-20180522-wa0028_1

Aksi Damai yang dimulai sejak pukul 15.45 Wib tersebut, para siswa siswi berjalan kaki dari Masjid An-Nur Batu Hitam menuju titik aksi di pertigaan Pos 901 Satlantas Polres Natuna (dulu tugu padamu negeri).

Di sepanjang jalan, orasi mereka ucapkan, NKRI Harga Mati, Islam mengajarkan perdamaian dan toleransi, kami mendukung Polri berantas teroris, disepanjang jalan.

Di Pos 901, sebelum memulai orasi, siswa siswi memberikan Bunga Kepada Kapolsek Bunguran Timur dan Petugas Kepolisian yang berjaga mengamankan Aksi Damai ini.

Selanjutnya peserta aksi membacakan pernyataan sikap yang berbunyi , “Kepada saudara-saudaraku umat Muslim dan rakyat Indonesia, kami menyampaikan keprihatinan dan isi hati kami sebagai generasi muda islam atas bencana aqidah yang melanda negeri kita tercinta indonesia. Nyawa melayang seolah tak berharga, karena bom bunuh diri yang mengatasnamakan agama. Islam disudutkan sebagai targetnya, teroris mereka menamakannya. Hijab labuh, cadar dan dagu berjengot dijadikan kamuflase identitasnya. Ooohhh tidak. Kami tidak terima, kami generasi muda islam di didik dipendidikan islam, kami diajarkan untuk menebar kebaikan, menebarkan kasih sayang.

img-20180522-wa0030_1

Jika kami berjilbab labuh itu karena kami patuh kepada Allah SWT untuk menutup aurat tubuh. Jika kami bercadar, itu semata-mata karena kami sadar kecantikan paras bukan untuk dipamerkan. Jika para pemuda berjenggot sama sekali bukanlah ingin jadi preman melotot, tetapi mengikuti sunah Nabi kami yang pernah diboikot.

Wahai warga dunia buka mata, kita islam agama yang mulia, ini agama yang membawa kabar gembira, membawa rahmat keselamatan bagi semesta. Islam bukan teroris dan teroris tentu bukan islam. Rasulallah mengajarkan akhlaq terpuji. Jika duri dijalan disuruh disingkirkan agar tidak membahayakan, bagaimana mungkin islam mengajarkan kekerasan. Dari pulau diujung utara kami sampaikan pesan damai untuk indonesia, untuk saudara-saudara kami di Palestina, Uganda dan Syria yang sedang mengalami nestapa oleh ulah teroris yg sesungguhnya. Siapa mereka? jawabannya ada dalam kejujuran kita.

Salah seorang guru MAN 1 Natuna sekaligus Koordinator lapangan, Fatimah, mengungkapkan aksi yang dilakukan hari ini sebagai bentuk dukungan kepada Polri untuk memberantas Teroris.

“Kami mendukung Polri dalam memberantas Teroris. Kami ingin mengatakan bahwa Islam itu tidak identik dengan teroris dan teroris itu bukan Islam. Dan jika ada tanggapan Masyarakat mengatakan Islam adalah teroris, itu tanggapan yang salah,” ungkap Fatimah.

Sementara Kapolsek Bunguran Timur, Kompol M. Sibarani menuturkan, untuk mengamankan aksi ini, pihak kepolisian menurunkan sejumlah personil terdiri dari Personil Polsek Bunguran Timur, Polres dan Satlantas.

“Dalam mengamankan aksi ini, kami dari pihak Kepolisian menurunkan 20 orang personil. Hingga selesai pukul 16:30 Wib. Aksi damai berlangsung aman dan terkendali,” tutur Sibarani.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top