'

Pulau Penyengat Terus Berbenah

-Destinasi Wisata Unggulan di Kota Tanjungpinang

Kepala Disbudpar Tanjungpinang Reni Yusneli (tengah) didampingi Sekretaris Raja Kholidin (kiri) saat konferensi pers di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Selasa (24/10).

Kepala Disbudpar Tanjungpinang Reni Yusneli (tengah) didampingi Sekretaris Raja Kholidin (kiri) saat konferensi pers di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Selasa (24/10).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen melakukan berbagai pembenahan infrastruktur di Pulau Penyengat.

“Mulai dari pembenahan balai adat, membudayakan bentor dan lain-lain agar dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Tanjungpinang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Reni Yusneli, Selasa (24/10) saat konferensi pers di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.

Pulau Penyengat adalah pulau yang terpisah dari Kota Tanjungpinang yang menyimpan sejarah Kerajaan Melayu. Jarak yang ditempuh ke pulau itu memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu bermesin (pompong).

Kala itu Pulau Penyengat merupakan pusat pemerintahan, adat istiadat agama Islam dan kebudyaan Melayu dari Kerajaan Riau-Lingga-Johor dan Pahang.

“Situs-situs peninggalan sejarah yang ada di Pulau Penyengat seperti Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, Makam para Raja, Makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Kini Pulau Penyengat sebagai aset dan cagar budaya nasional di Kota Tanjungpinang,” tuturnya.

Ditempat yang sama, menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Raja Kholidin, Pulau Penyengat menjadi perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Salah satu upaya, menjadikan pulau bersejarah ini terdaftar sebagai cagar budaya internasional,” katanya.

Selain aset budaya, Pulau Penyengat juga merupakan destinasi wisata religi unggulan bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang.

Pulau Penyengat merupakan pulau yang lengkap untuk menarik para pengunjungnya dengan berbagai potensi yang dimiliki diantaranya wisata religi yang memiliki Masjid Raya Sultan Riau untuk di jadikan wisata ziarah.

“Penyengat memiliki makam para raja dan pahlawan nasional Raja Ali Haji. Untuk wisata kuliner halal, Pulau Penyengat juga memilki itu,” ungkapnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top