Pemko Tpi

Pulau Dompak Akan Dibangun Makogabwilhan I, Ini Kata Panglima TNI Saat Kunjungan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau langsung lokasi yang akan di bangun Makogabwilhan I di Pulau Dompak, Senin (25/11).
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau langsung lokasi yang akan di bangun Makogabwilhan I di Pulau Dompak, Senin (25/11).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Lahan seluas 20 hektare di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, akan dibangun Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Makogabwilhan I) di tahun 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau langsung lokasi yang akan di bangun Makogabwilhan I di Pulau Dompak, Senin (25/11).

“Kita baru saja mendapatkan hibah tanah dari Pemerintah Kepri dalam hal ini Plt Gubernur Isdianto dengan luas 20 hektare di Pulau Dompak,” ucapnya.

Makogabwilhan I dibangun setelah semua persyaratan terpenuhi. Hadi menjelaskan, lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis. Ditambah lagi Ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang, dilewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

“Tanjungpinang ini di lewati ALKI I. Jadi sangat tepat bila kita bangun Makogabwilhan di sini,” terangnya.

Selain itu, lanjut Panglima TNI, cakupan wilayah laut Kepri luas, berada di tengah-tengah dan bisa kemana saja.

“Lokasi ini sangat tepat dibangun Makogabwilhan dengan letak Kepri yang strategis dan bisa kemana saja. Bisa ke Sabang, Ranai, Jakarta dan ditambah lagi Tanjungpinang memiliki pangkalan udara dan dermaga untuk kapal perang,” katanya.

Hadi menjelaskan, pembangunan Makogabwilhan ini juga sudah masuk di Rencana Strategis (Renstra) tahun 2004 lalu.

Sementara itu, di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Arif Fadillah mengatakan, tim terpadu dan pihak Pemeritah Provinsi (Pemprov) selaku penghibah lahan sudah dilakukan pengukuran lahan di Tanjung Mandor, Pulau Dompak.

“Pengukuran telah dilakukan dan rencana total lahan yang akan dihibahkan seluas 40 hektare. 20 hektare di Tanjung Mandor, Dompak, dan 20 hektare di Senggarang,” katanya.

Arif menjelaskan, Pemprov Kepri hanya menyediakan lahan. Penganggaran pembangunan tersebut, kata dia pihak TNI yang mengurus dan mengatur.

“Kita sudah ukur lahan dan sampai saat ini masih terus diukur dengan tim terpadu. Kita (Pemprov Kepri) hanya menyediakan lahan saja,” tuturnya.

(cho)