Prostitusi Terselubung Melalui MiChat di Tanjungpinang

Ilustrasi tampilan aplikasi MiChat. Foto: Google Play Store.
Ilustrasi tampilan aplikasi MiChat. Foto: Google Play Store.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Prostitusi terselubung melalui MiChat tumbuh “subur” di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.

Berdasarkan penelurusan dan hasil investigasi awak media ini, pelaku seks didominasi “wanita” dan ada pula “waria”.

Modus “pelaku” dan “jasa seks” beraneka ragam. Ada yang meminta uang muka terlebih dahulu (transfer) dengan nominal yang ditentukan sebagai jaminan agar bisa bertemu. Ada juga yang bisa dibayar ditempat.

Durasi bercinta “haram” ala bayar ini pun menggunakan sistem Short Time (waktu singkat) dan Long Time (waktu lama) oleh pelaku seks.

Tarif seks pun beraneka ragam mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung durasi waktu.

Pelaku seks dapat menerima pembatalan dari “penikmat seks” jika tidak sesuai yang diinginkan setelah bertemu langsung dengan memberikan uang tip.

Demi kenyamanan dan terhindar tercium dari aparat penegak hukum, pelaku seks “rata-rata” telah memesan hotel.

Hotel digunakan oleh pelaku seks sebagai tempat menunggu hingga melayani “pria hidung belang” setelah sebelumnya berkomunikasi melalui aplikasi MiChat.

(dar)