PPDB SMA Sederajat Gelombang Pertama Ditutup, SMAN 3 Tanjungpinang Sepi Peminat

PPDB SMA Sederajat Gelombang Pertama Ditutup, SMAN 3 Tanjungpinang Sepi Peminat
PPDB SMA Sederajat Gelombang Pertama Ditutup, SMAN 3 Tanjungpinang Sepi Peminat. Foto: Lintaskepri/Mfz.

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Gelombang pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK dan SLB di Kepri dengan jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua telah ditutup pada Kamis (13/6/2024).

Namun, di antara sekolah-sekolah yang mengikuti PPDB online, SMAN 3 Tanjungpinang menjadi sorotan karena minimnya minat pendaftar.

SMAN 3 Tanjungpinang hanya menerima 3 pendaftar dari jalur afirmasi, jauh dari kuota yang diharapkan. Hal ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir.

Menurut Ketua PPDB SMAN 3 Tanjungpinang, Supriyanti, ada beberapa faktor yang menyebabkan minimnya minat pendaftar, salah satunya adalah beredar kabar bahwa SMAN 3 akan ditutup atau dipindahkan, sehingga membuat masyarakat ragu untuk mendaftarkan anaknya.

“Padahal kenyataannya tidak begitu, kami masih berdiri disini dan sekolahnya masih ada,” jelasnya.

Ia mengatakan murid yang diterima di SMAN 3 tahun lalu memilih pindah dengan berbagai alasan.

“Sebetulnya tidak boleh, karena anak itu sudah melakukan orientasi disekolah, tetapi mau tidak mau kami lepaskan karena ada kenalan dengan pejabat lah, dewan lah katanya,” tambahnya.

Supriyanti berharap pemerintah turun tangan dan mencari solusi untuk membantu sekolah agar semua sekolah negeri mendapatkan porsi yang sama.

“Kami berharap pemerintah mau ambil tahu terkait permasalahan ini, kami merasa perihatin dengan kondisi sekolah kami saat ini, kami butuh solusi, karna ini kan bukan sekolah swasta, ini negeri juga, jadi harus di pertimbangkan,” harapnya.

Sementara itu di SMAN 1 Tanjungpinang pada penerimaan calon siswa pada gelombang pertama telah menerima sebanyak 293 calon siswa terdiri dari jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua.

“Jalur Prestasi akademik, non akademik sebanyak 227 calon siswa, jalur afirmasi 54 orang, dan perpindahan orang tua 12 orang,” kata Guswandi Humas SMAN 1 Tanjungpinang.

Selanjutnya di SMAN 2 Tanjungpinang yang mendaftar pada jalur prestasi melebihi kapasitas dibanding dengan jalur afirmasi dan perpindahan orang tua, yakni 148 calon siswa.

Ketua PPDB SMAN 2 Tanjungpinang, Maryanto, mengatakan pihaknya akan mengikuti aturan pada persentase penerimaan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Sesuai juknis dari Disdik Kepri, apabila terjadi kelebihan dari jumlah yang sudah ditentukan maka nantinya sistem yang akan menyeleksi, pastinya akan di alihkan ke jalur zonasi pada gelombang kedua nantinya,” kata Maryanto.(Mfz)

Editor: Brm