Pemko Tpi

Pilgub, BPD-KKSS: Masyarakat Ingin Calon Majukan Kepri Lebih Baik Lagi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Tanjungpinang, Arifin Ahmad.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Provinsi Kepri akan melaksanakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Tanjungpinang, Arifin Ahmad, menilai, jika kontestasi Pilgub Kepri yang menjadi tren politik adalah simbol kemajuan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri.

“Dalam pemilihan tersebut, kalangan masyarakat menginginkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari kalangan yang bisa mengangkat kemajuan untuk Provinsi Kepri baik berupa lapangan kerja yang lebih baik, tingkat pendidikan yang tinggi serta kemajuan pembangunan yang merata di setiap daerah,” ujar Arifin Ahmad, Kamis (16/7).

Kemudian, ia menilai, dalam Pilgub nanti, sebaiknya bukan menjadi tren perlawanan antara kandidat, tetapi dijadikan sebagai kontestasi untuk membangun Kepri yang lebih baik.

“Harapan kedepan, kandidat yang ikut bertarung nanti adalah merupakan tokoh dan warga Provinsi Kepri yang sudah mengenal sejauh mana Provinsi Kepri ini setelah pisah dari Provinsi Riau,” tutur dia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD-KKSS) Kota Tanjungpinang, Arifin Ahmad bersalaman dengan Jusuf Kalla di Mubes BPP-KKSS di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Selain itu, Arifin mengingatkan, siapapun yang terpilih menjadi kepala daerah di Provinsi Kepri nantinya, ketika terpilih bukan hanya mementingkan satu golongan atau kelompok tertentu.

“Tetapi dia juga mampu mengakomodir seluruh elemen masyarakat di tanah melayu tanpa membedakan suku, agama dan yang lainnya,” tegas Arifin.

Selain itu, sambung dia, calon pemimpin Kepri yang akan datang bukan hanya memikirkan program dan rencana pembangunan lima tahun akan datang. Tetapi mampu membawa kearifan lokal budaya melayu sebagai budaya di Provinsi Kepri.

“Dan itu harus mutlak jangan sampai kita lupa dimana kita berada,” tutup Arifin.

(san/dar)