Perkim Natuna Berhasil Serap Rp 28 milyar Dana Pusat serta 50 Unit Rumah Nelayan

Kadis Perkim Natuna, Agus Supardi.

Kadis Perkim Natuna, Agus Supardi.

Natuna, LintasKepri.com – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Natuna, berhasil menyerap anggaran sebesar Rp 28 milyar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Dana Alokasi Khusus (DAK), pada tahun anggaran 2018.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkim Natuna, Agus Supardi, saat ditemui oleh LintasKepri.com di kantornya, di Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, pada Jum’at (26/01/2018) kemarin.

Agus Supardi menjelaskan, dari total anggaran tersebut, salah satunya akan dipergunakan untuk pembangunan pengelolaan sarana air minum di Desa Kadur dan Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Natuna.

“Pembangunan ini awalnya akan di back up semua oleh APBN sebesar Rp 12,5 milyar, karena tidak cukup, akhirnya ditambah dengan dana DAK sebesar Rp 2,5 milyar, akhirnya cukup. Sebelumnya juga sudah dibangun embung disana (Pulau Laut, red),” ujar Agus Supardi.

Agus Supardi saat ditemui awak media diruang kerjanya.

Agus Supardi saat ditemui awak media diruang kerjanya.

Selain itu, kata Agus, juga akan digunakan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sebesar Rp 5,6 milyar.

“Karena dalam masa Pemerintahan Jokowi ini, bantuan rumah merupakan urusan wajib bagi Pemerintah, bahwa tidak ada warga di Indonesia yang tidak memiliki rumah,” sebut Agus.

Bantuan rumah bagi MBR tahun ini, akan disalurkan ke Kecamatan Serasan, Midai, Bunguran Barat (Sedanau) serta Pulau Tiga Barat.

“Karena ini prinsipnya adalah tuntas Desa tuntas Kecamatan. Tahun lalu kita sudah tuntaskan di Kecamatan Subi dan Serasan Timur. Jadi tidak disebar keseluruh Kabupaten, tapi sistemnya bertahap,” katanya.

Dikatakan Agus, bantuan rumah untuk MBR ini, ada 2 kategori, yaitu kategori pembangunan baru (PB) sebesar Rp 30 juta dan peningkatan kwalitas atau renovasi sebesar Rp 15 juta.

“Dana BSPS ini nanti kita transfer ke rekening kelompok masyarakat, terus diambil oleh pendamping fasilitator, lalu pendamping ini yang belanjakan langsung ke toko materialnya. Kita juga sudah nunjuk tokonya untuk melayani penyediaan materialnya. Jadi tidak dikelola sendiri oleh si penerima bantuan,” jelas Agus.

Selain beberapa item diatas, juga akan digunakan untuk pembangunan sanitasi atau instalasi pengelolaan air limbah di Kecamatan Serasan Timur dan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, sebesar Rp 7,2 milyar.

“Tahun 2017 kemarin juga dapat, kita bangun di Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat,” katanya lagi.

Selain beberapa bantuan tersebut, Dinas Perkim Natuna juga mendapatkan bantuan dari Satker, berupa pembangunan rumah bagi nelayan sebanyak 50 unit, yang terletak di Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Sebelumnya tahun 2016 lalu kita juga sudah dapat di daerah Semente,” kata Agus mengakhiri.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top