disdik kota

Penutupan MTQ Natuna ke IX, Tanjung Macet Bak Jakarta

Tampak kemacetan terjadi saat penutupan MTQ ke IX Kabupaten Natuna.
Tampak kemacetan panjang terjadi saat penutupan MTQ ke IX Kabupaten Natuna.

Natuna, LintasKepri.com – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Kabupaten Natuna, tumpah ruah memadati acara malam penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke IX tingkat Kabupaten Natuna, yang digelar di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut (BTL). Sabtu (31/03/2018) malam.

Masyarakat yang datang rata-rata menggunakan kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4. Akibatnya, ribuan kendaraan tersebut menumpuk di jalan masuk sebelum lokasi acara, dan mengakibatkan kemacetan panjang.

“Wuih ramai banget, sampai macet jalanan, udah macam di Jakarta saja,” ungkap Alfian, yang merupakan wartawan dari salah satu media cetak.

Pria asal Jakarta itu memperkirakan, kemacetan kendaraan yang terjadi mencapai lebih dari 1 Kilometer, dari arah Pantai Teluk Selahang (Tanjung) menuju ke lokasi Astaka MTQ.

“Kalo 1 Kilo sih kayaknya lebih, panjang banget. Parkiran motor saja sampai penuh dan hampir nggak muat,” kata Bapak satu orang anak itu, menceritakan.

Pantauan LintasKepri.com dilapangan, bahkan beberapa pengunjung harus rela memarkirkan kendaraannya jauh dari tempat parkir yang disediakan oleh panitia MTQ, dan memilih untuk berjalan kaki menuju tempat acara.

Para personel Polisi dari Satlantas Polres Natuna, dibantu oleh petugas dari Dishub Natuna, tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang sangat padat.

Dalam malam penutupan MTQ ke IX itu, para pengunjung juga tampak menyerbu dagangan para penjual, yang didominasi oleh para pedagang pakaian dan makanan.

“Bajunya murah-murah, geram lihatnya,” kata Ana, salah seorang pengunjung.

Sekedar informasi, perhelatan MTQ ke IX tingkat Kabupaten Natuna yang ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti tersebut, Kecamatan BTL yang ditunjuk sebagai tuan rumah, berhasil keluar sebagai juara umum. Disusul oleh Kecamatan Bunguran Timur sebagai Juara 2 dan Midai Juara 3.

Laporan : Erwin Prasetio