Pemda dan Komunitas Sosial Natuna Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kelarik

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Ibrahim, salah seorang korban rumah terbakar di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara.
Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Ibrahim, salah seorang korban rumah terbakar di Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara.

Natuna, LintasKepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) bersama sejumlah Komunitas Sosial di Natuna, menyalurkan bantuan kepada Ibrahim (74), salah seorang korban rumah terbakar di Dusun Ulu Darat, Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara. Pada Rabu (04/09/2019) siang.

Bantuan tersebut merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh beberapa komunitas sosial, bekerjasama dengan Pemda dan Lembaga Vertikal yang ada di Natuna, pada Minggu (01/09/2019) kemarin.

“Sebelumnya kita dari Pemda Natuna juga sudah menyerahkan bantuan berupa uang dan sembako. Waktu itu juga dihadiri oleh Istri Pak Bupati (Nurhayati Hamid Rizal, red),” terang Kepala Dinsos PPPA Natuna, Hj. Kartina Riauwita, yang ikut menyerahkan bantuan.

Nantinya, kata Kartina, pihak korban juga dapat mengajukan proposal bantuan, kepada Pemda Natuna, melalui Dinas Sosial.

Namun, sambung Kartina, bantuan yang direalisasikan oleh Pemda Natuna melalui Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Asset Daerah (BPKPAD) tersebut, tidak bisa ditentukan jumlahnya.

Rombongan Kadis Sosial PPPA dan Komunitas Sosial Natuna, saat tiba di lokasi rumah kebakaran di Kelarik.
Rombongan Kadis Sosial PPPA dan Komunitas Sosial Natuna, saat tiba di lokasi rumah kebakaran di Kelarik.

“Karena kan sifatnya hanya bantuan sosial, jadi jumlahnya belum dapat dipastikan. Tergantung berapa persetujuan dari Pak Bupati. Kami hanya merekomendasikan saja. Namun yang pasti kami tidak bisa mengganti semua kerugian yang dialami oleh korban,” jelas Kartina.

Sementara itu Koordinator Penggalangan Dana, Sugianto Utomo alias Yanto menyebutkan, bahwa dalam aksi kemanusiaan yang mereka lakukan dengan sejumlah komunitas, organisasi dan lembaga tersebut, berhasil terkumpul sebesar Rp 18 juta lebih.

“Kemarin kami pakai untuk biaya operasional dan konsumsi teman-teman relawan, dan sisanya kami serahkan semua kepada korban. Semoga dana ini bisa membantu Pak Ibrahim untuk menambah pembuatan rumah baru,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kita Peduli Sesama (FKPS) tersebut.

Kata dia, sejumlah komunitas, lembaga dan organisasi yang terlibat dalam penggalangan dana tersebut, diantaranya FKPS, Fiz R Bersaudara, Suzuki Satria FU Club (SSFC), Yahama RX King Series (YRKS), Natuna Strike Comunity (NSC), Satlantas Polres Natuna, Dinas Sosial, Osis MAN 1 dan MTsN 1 Natuna, Pramuka SMAN 1 dan SMAN 2 Bunguran Timur serta sejumlah komunitas sosial lainnya.

“Namun tadi yang ikut menyerahkan bantuan ke Kelarik, hanya pihak dari Dinas Sosial, teman-teman dari FKPS, Fiz R Bersaudara, SSFC dan Pramuka,” katanya.

Penandatanganan berita acara penyerahan bantuan sosial.
Penandatanganan berita acara penyerahan bantuan sosial.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Kelarik Utara, Yusuf, mengatakan, bahwa sebelumnya warganya juga telah melakukan penggalangan dana untuk Ibrahim, yang berhasil terkumpul sekitar Rp 11 juta.

“Warga kami juga menyisihkan pakaian bekas yang masih layak pakai, dan kami serahkan kepada Bapak Ibrahim,” kata Yusuf.

Pihaknya juga berencana akan mengawal seluruh bantuan yang diterima oleh pihak korban, agar nantinya dipergunakan untuk membangun rumah baru.

“Mudah-mudahan bantuan tersebut bermanfaat untuk membangun rumah baru bagi Pak Ibrahim. Terimakasih kami ucapkan kepada Pemda Natuna dan teman-teman relawan, yang telah sudi membantu warga kami yang tertimpa musibah kebakaran rumah,” ungkap Yusuf.

Kepada media ini Ibrahim mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, yang telah bersedia menyisihkan rejeki dan tenaganya untuk membantu meringankan beban hidupnya.

Foto bersama usai penyerahan bantuan.
Foto bersama usai penyerahan bantuan.

Bapak tiga orang anak itu menceritakan, bahwa kebakaran tersebut diduga akibat dari konsleting listrik dirumahnya.

Ia pun mengaku bahwa telah mengalami kerugian materil lebih dari Rp 50 juta, atas musibah yang menimpanya tersebut.

“Kalau Rp 50 juta lebih. Karena selain bangunan rumah dan seisinya, juga ada uang yang ikut terbakar sekitar Rp 11 juta yang saya simpan dirumah. Pokoknya saat itu saya hanya berhasil menyelamatkan nyawa dan baju yang saya pakai,” terang lelaki yang hanya bekerja sebagai seorang petani tersebut.

Lelaki yang telah menduda selama kurang lebih 16 tahun itu, berjanji akan kembali membangun rumah, dari sejumlah bantuan yang diterimanya.

“Tapi mungkin saya akan bangun rumah dilokasi lain, bukan disini (rumah yang terbakar, red) lagi,” katanya.

Turut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut, Kepala Desa Kelarik Utara beserta staff, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol-PP, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) serta sejumlah masyarakat setempat.

Laporan : Erwin Prasetio