Pemko Tpi

Pejuang Marwah Berencana Jumpai MUI dan LAM Soal Dugaan Foto Skandal Wali Kota Rahma

Foto diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma di dalam kamar dengan seorang pria bukan suaminya. Foto: (Ist).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang berencana menjumpai MUI dan LAM setempat soal sejumlah foto yang beredar diduga mirip wali kota Rahma dengan seorang pria bukan suaminya.

“Kita akan jumpai Majelis Ulama Indonesia selanjutnya Lembaga Adat Melayu, kemudian koordinasi dengan aparat hukum. Kita akan datang menanyakan pendapat fatwa dari MUI dan LAM, lalu kita minta korelasi dengan aparat penegak hukum,” tutur Koordinator Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang, Jusri Sabri, Rabu (1/9).

Jusri menjelaskan, forum yang terbentuk itu untuk menyikapi dugaan skandal Wali Kota Tanjungpinang Rahma dengan seorang pria bukan suaminya, yang dinilai mencoreng masyarakat setempat.

“Intinya kita malu sebagai warga Kota Tanjungpinang jika ternyata hal ini benar adanya,” kata Jusri.

Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang juga akan berkonsultasi serta meminta pendapat kepada pihak yang secara korelasi sesuai ranahnya.

Pejuang Marwah Kota Tanjungpinang sendiri resmi terbentuk pada hari ini di lantai 2 Kedai Kopi Lebeb kilometer 8 atas yang di dalamnya ada sejumlah tokoh.

“Alhamdulillah sudah berkumpul beberapa orang tokoh masyarakat yang mewakili elemen masyarakat menyikapi tentang Perjuangan Marwah Kota Tanjungpinang,” tutur Jusri.

– JPKP Desak Wali Kota Rahma Segera Klarifikasi

Ketua JPKP Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi.

Sebelumnya, Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang mendesak wali kota Rahma segera mengklarifikasi terkait 3 foto yang beredar diduga mirip dirinya dengan seorang pria bukan suaminya.

“Demi menjaga marwah serta kearifan tanah Melayu Kota Bertuah sebaiknya Rahma segera terbuka terhadap masyarakat,” tegas Ketua JPKP Kota Tanjungpinang, Adiya Prama Rivaldi, Sabtu (21/8) kemarin.

Dia mendesak hal itu guna mengungkap kebenaran apakah benar foto tersebut Rahma atau bukan. “Rahma jangan memandang hal ini remeh. Karena, skandal itu merupakan sifat yang sangat tidak terpuji,” tegas Adiya lagi.

Secara pribadi ia juga menantang suami Wali Kota Tanjungpinang, Agung Wira Dharma, membuat laporan ke penegak hukum disertai bukti yang kuat soal 3 foto diduga mirip Rahma tersebut.

“Saya pribadi, selaku Ketua JPKP dan anak asli Kota Tanjungpinang, menantang Agung untuk segera membuat laporan dan tunjukkan bukti-bukti yang kuat. Jika dari 3 foto tersebut merupakan diedit ataupun croping, datangkan pakar telematika untuk penjelasan soal foto itu apakah benar atau tidak,” tutur Adiya.

“Jika Rahma tidak mengklarifikasi dan Agung tidak ada tanggapan terhadap hal ini, jangan salahkan jika kami menganggap foto dugaan skandal wali kota ini ternyata benar dan meminta DPRD untuk memakzulkan jabatan sebagai Wali Kota Tanjungpinang,” tambahnya.

JPKP juga menyayangkan klarifikasi Agung Wira Dharma soal 1 dari 3 foto yang beredar diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma dengan seorang pria di dalam kamar tanpa menunjukkan bukti kuat di depan sejumlah jurnalis.

“Saya menyayangi klarifikasi kuasa hukum Pemkot Tanjungpinang, Agung Wira Dharma, yang juga suami Rahma pada saat konferensi pers tidak menunjukkan bukti-bukti yang kuat soal foto yang beredar tersebut apakah asli atau tidak,” ungkap Adiya, Jumat (6/8) lalu.

Seharusnya, sambung dia, ketika konferensi pers berlangsung, Agung menunjukkan bukti foto yang sebenarnya. Karena, Agung sudah menyebut foto yang beredar tidak sesuai fakta aslinya, sudah diedit, seolah-olah berdua.

Adiya menambahkan, selain foto di dalam kamar di atas kasur, JPKP juga mempertanyakan 2 foto lain diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma dengan seorang pria yang diduga sama.

“Dua foto tersebut harus diklarifikasi juga. Saya ada lihat di salah satu media online. Baru satu foto kan yang diklarifikasi oleh suami Rahma,” tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang Rahma, enggan berkomentar ditanya LintasKepri soal 3 foto yang diduga mirip dirinya bersama seorang pria bukan suaminya.

LintasKepri dan sejumlah wartawan lainnya mengonfirmasi langsung ke Rahma. Sayangnya Rahma bungkam. Ia terlihat terburu-buru didampingi ajudan menuju ke luar hotel setempat usai menghadiri acara, Sabtu (31/7) kemarin.

Dari 3 foto yang beredar diduga mirip, kepala daerah ini terlihat merangkul seorang pria, ada pula di salah satu tempat wisata di Indonesia dan di dalam kamar.

Hingga saat ini LintasKepri masih terus berusaha menelusuri dugaan skandal tersebut.

Kuasa hukum Pemkot Tanjungpinang yang juga suami Rahma, Agung Wira Dharma saat mengklarifikasi pemberitaan sejumlah media. Foto: Prokompim.

Kuasa hukum Pemkot Tanjungpinang, Agung Wira Dharma, angkat bicara. Agung menyampaikan klarifikasi atas berita yang menyangkut hal personal.

“Wali kota bukan menghindar atau tidak menanggapi wawancara yang bersifat di luar urusan pemerintahan. Tapi, saya yang meminta untuk tidak bereaksi agar pemberitaan tidak semakin berkembang. Karena, saya yang akan mengklarifikasi berita-berita tersebut bersama ibu wali kota,” jelasnya di kediaman rumah dinas wali kota, Minggu (1/8) pagi, dilansir dari tanjungpinangkota.go.id.

Agung mengatakan, fakta yang terjadi sebenarnya tidak seperti yang digambarkan.

“Kami seluruh keluarga tahu persis apa yang terjadi terkait foto yang meluas tersebut dan tidak seperti yang disangkakan. Itu foto lama sebelum ibu dilantik sebagai wakil wali kota. Fotonya tidak berdua,” tegasnya.

Agung juga meminta agar masyarakat tidak termakan isu yang menyudutkan keluarganya karena dijelaskannya itu tidak benar.

“Foto yang beredar tidak sesuai fakta aslinya. Itu sudah diedit seolah-olah berdua padahal kenyataanya ada banyak orang di sana. Saya juga tahu aktivitas istri saya berada di situ bersama kru lainnya saat syuting film Janji di Atas Pelantar, tiga tahun lalu. Dan kami punya saksi yang hadir di sana,” jelasnya.

Agung mengajak masyarakat agar bijak dalam merespon hal yang belum tentu kebenarannya.

“Fitnah bisa saja terjadi. Jadi hendaklah kita selalu berfikir positif terlebih dahulu dalam menanggapi sesuatu,” tutupnya.

Sementara, untuk foto selain dalam kamar hingga kini belum terjawab.

– Aktivis Perempuan Angkat Bicara, Rahma Didesak Berani Bicara ke Publik

Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kepri, Anis Anorita.

Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kepri, juga mendesak Wali Kota Tanjungpinang Rahma untuk berani bicara ke publik perihal dugaan foto skandal dengan seorang pria bukan suaminya.

Ketua FPPI Kepri, Anis Anorita, menuturkan, sejak foto tersebut tersebar, sampai saat ini Rahma belum mau berbicara ke publik sehingga banyak masyarakat yang bertanya-tanya akan keaslian foto itu.

“Kemarin suaminya klarifikasi, yang bersuara. Kenapa tidak Bu Rahma sendiri. Harus berani bertanggung jawab. Ngomong ke masyarakat, biar kita tahu fakta sebenarnya,” ujar Anis dihubungi LintasKepri, Rabu (18/8) kemarin.

Jika memang foto tersebut bukan Rahma, Anis meminta agar politisi Partai Nasdem itu untuk segera gerak cepat dengan cara melaporkan ke pihak yang berwenang.

“Kalau saya jadi dia (Rahma) ya saya bakal usut tuntas ini. Kalau foto ini tidak benar, pasti media tak berani lah untuk memberitakan. Media kan profesional. Kalau memang bukan fotonya, ya Bu Rahma buktikan,” tegas Anis.

Sebagai aktivis perempuan, Anis mengaku kecewa dengan Rahma yang seolah acuh dengan kasus itu. Apalagi, di tengah masyarakat banyak yang membicarakan persoalan foto tersebut.

“Semua perempuan sangat kecewa. Kita bincang-bincang juga kenapa wali kota kita begitu (diduga selingkuh). Dia tidak menanggapi dengan cepat,” tutur Anis.

Kepada awak media ini, Anis mengaku sempat mencari film berjudul Janji Di Atas Pelantar untuk mencari kebenaran adegan di atas ranjang sesuai foto yang tersebar. Namun, sampai saat ini adegan seperti itu belum dijumpai dalam film tersebut.

“Saya tidak pernah nonton film itu. Saya sudah mencari tapi tidak ketemu. Saya mau lihat. Kalau tak ada adegan itu, patut dipertanyakan,” tegas Anis.

Anis juga menilai bahwasanya Rahma tidak respek (rasa hormat) terhadap organisasi perempuan. Padahal, saat ini perempuan setara dengan laki-laki, dan Rahma terbukti menjadi kepala daerah.

“Ini kesalahan besar terhadap Rahma. Seharusnya beliau berbaik-baik dengan organisasi perempuan, merangkul, menjadikan perempuan yang cerdas dan mandiri,” ungkapnya.

FPPI akan mengambil langkah tegas jika kasus ini mengarah ke titik terang kebenaran soal dugaan foto skandal tersebut.

Terakhir, Anis menegaskan, wali kota Rahma seharusnya sudah matang mental dan siap tempur jika ada masalah. Jika hanya berdiam saja akan jadi cercaan bagi masyarakat terhadap Rahma di daerah yang dipimpin.

“Kalau jadi wali kota kan harus siap tempur. Kalau ada persoalan dengan suaminya ya dia harus jadi perempuan tangguh. Dia jadi cercaan di masyarakat. Kami masih menunggu respon wali kota,” pungkas Anis.

– Pakar Telematika Angkat Bicara

Foto diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma dengan seorang pria bukan suaminya di tempat wisata. Foto: Ist.

Dilansir dari Ulasan.co, pakar telematika yang tersohor di negeri ini, Roy Suryo angkat bicara. Ia yang dikonfirmasi terkait tiga foto yang diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma, yang beredar dan menjadi pemberitaan di sejumlah media siber dengan seorang pria bukan muhrimnya itu, memastikan foto itu asli, bukan editan.

Roy mengaku tersenyum apabila foto Rahma di atas kasur yang beredar itu diklaim editan. Menurutnya sebuah foto editan atau tidak, bisa nampak bila dicermati.

“Kalau saya melihat sekilas, meskipun saya belum melakukan konfirmasi mendetail pada fotonya, foto itu ‘nggak’ nampak ada editannya. Jadi saya kira itu foto sebenarnya,” katanya, dilansir dari Ulasan.co.

Foto diduga mirip Wali Kota Tanjungpinang Rahma dengan seorang pria bukan suaminya. Foto: Ist.

Roy menegaskan, mengenai foto di tempat wisata dan foto yang berangkulan tidak bisa terbantahkan alias bukan hasil editan.

“Foto yang berangkulan dan di tempat wisata itu sih sudah ‘clear’. Itu foto yang sebenarnya,” ungkapnya.

Menurut Roy, dua buah foto itu satu rangkaian, artinya di lokasi dan waktu yang bersamaan. “Poin intinya saya sudah melihat tiga foto, dari pencermatan awal itu foto yang sebenarnya, bukan foto editan,” ungkapnya.

(dar)