Pemko Tpi

Pedagang Culas Jual Air Limbah Bauksit

Terlihat kendaraan pengangkut air menyedot air di lokasi bekas tambang bauksit Wacopek.
Terlihat kendaraan pengangkut air menyedot air di lokasi bekas tambang bauksit Wacopek, Sabtu (21/9).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sejumlah pedagang melakukan kecurangan menjual air bersih ke warga yang terkena dampak musim kemarau bersumber dari dua lokasi limbah bauksit yakni di Jalan Daeng Celak Senggarang Kota Tanjungpinang, dan Sei Ungar, Wacopek.

Berdasarkan penelusuran LintasKepri, Sabtu (21/9) siang, pedagang tidak jujur itu terlihat menyedot air sisa limbah bauksit menggunakan mesin yang kemudian dimasukkan ke dalam tangki di lokasi tambang bauksit tersebut.

Di bekas tambang bauksit Senggarang, satu lori tangki air ukuran 5000 liter dan dua pick up ukuran 2000 liter terlihat membawa air usai menyedot. Air itu kemudian dibawa ke wilayah Tanjungpinang.

“Saya menjual satu tangki air sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu,” kata salah seorang sopir pick up di lokasi ketika ditanya.

Di kendaraan dengan wadah penampung air tersebut tertulis “jual air bersih” berikut nomor ponsel pedagangnya.

Dua kendaraan di lokasi bekas tambang bauksit Senggarang terlihat menyedot air.
Dua kendaraan di lokasi bekas tambang bauksit Senggarang terlihat menyedot air, Sabtu (21/9).

Lokasi bekas tambang bauksit di Senggarang berada sekitar 500 meter dari Jembatan Sei Carang Tanjungpinang. Lokasi itu tertutup oleh gundukan tanah dan semak belukar.

Puluhan kendaraan jenis lori dan pick up juga terlihat antre untuk menyedot air menggunakan mesin di lokasi bekas tambang bauksit Wacopek. Di lokasi ini salah satu pedagang membenarkan bahwa air sisa galian bauksit dijual ke warga Tanjungpinang dan sekitarnya.

Lokasi bekas tambang bauksit Wacopek yang digunakan pedagang air bersih untuk menyedot air. Foto diambil Sabtu (21/9).
Lokasi bekas tambang bauksit Wacopek yang digunakan pedagang air bersih untuk menyedot air. Foto diambil Sabtu (21/9).

“Iya bang, air ini dijual untuk warga yang pesan,” kata salah satu pedagang air bersih di lokasi bekas tambang bauksit Wacopek yang enggan menyebutkan namanya.

Pedagang air bersih di lokasi bekas tambang bauksit Wacopek ini terlihat gugup ketika ditanya apakah air limbah bauksit layak digunakan. Bahkan ia sempat meminta maaf dan membuang air bekas sisa galian bauksit yang telah disedot.

“Maaf bang, saya salah bang. Airnya saya buang bang,” kata pedagang air bersih yang enggan menyebutkan namanya ini bergegas pergi.

(dar)