Paslon SABAR Berencana Siapkan Rumah Singgah Pasien di Batam dan Jakarta

 

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul - Rahma saat kampanye.

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul – Rahma saat kampanye.

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul – Rahma, berencana akan menyiapkan dua rumah singgah di Batam dan Jakarta, karena berdasarkan data yang dihimpun tim pemenangannya, pasien dari Tanjungpinang paling banyak dirujuk ke rumah sakit di dua daerah tersebut.

“Batam dan Jakarta sudah menjadi kota rujukan bagi pasien dari Tanjungpinang, karena fasilitas rumah sakitnya sudah lebih mumpuni melayani pasien,” katanya.

Menurut Syahrul, selain melakukan pembenahan berbagai fasilitas RSUD Tanjungpinnag, keberadaan rumah singgah ini sangat mendesak dan sangat dibutuhkan warga, misalnya ketika pasien dirujuk oleh dokter ke salah satu rumah sakit di Batam atau di Jakarta.

Syahrul mengaku begitu prihatin saat mendengarkan keluhan warga karena dari pengalaman mereka, tidak ada jaminan bagi pasien untuk mendapatkan penanganan langsung di rumah sakit yang dituju.

Banyak faktornya, bisa saja karena ruangan penuh atau dokternya sedang bertugas menangani pasien di rumah sakit lain, sehingga mereka harus menunggu karena belum mendapat pelayanan di rumah sakit bersangkutan.

Nah, para pasien dan keluarganya terpaksa mencari penginapan dan ini akan menambah beban biaya lagi. “Bisa saja menunggu berhari-hari bahkan ada yang sampai seminggu karena tergantung kesiapan rumah sakitnya,” ujarnya.

Bagi Syahrul, ini keluhan yang sangat serius karena pasien dan keluarganya sangat terbebani hanya untuk menunggu mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Ketua Tim Pemenangan SABAR Ade Angga (berjaket kuning) bersama anggota tim, dalam pawai Pilkada Damai

Ketua Tim Pemenangan SABAR Ade Angga (berjaket kuning) bersama anggota tim, dalam pawai Pilkada Damai

Maka, menurut Syahrul, dalam menjawab keluhan itu, harus segera membangun rumah singgah dibeberapa daerah yang sering menjadi tempat rujukan berobat bagi warga Tanjungpinang.

“Dan, yang paling strategis itu, menyiapkan rumah singgah di Kota Batam dan Jakarta,” ia kembali menegaskan.

“Tentu dengan memilih tempat yang lebih layak, lokasinya juga harus dekat dengan rumah sakit yang sering dijadikan rujukan”

Kata Syahrul, dengan adanya rumah singgah di dua daerah itu, warga Tanjungpinang tidak perlu khawatir lagi saat mengantre berobat, sekalipun itu harus menunggu berhari-hari.

“Karena sudah ada rumah singgah untuk tempat tinggal sementara yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pasien dan keluarganya tinggal menuju rumah singgah dan istirahat sepuasnya layaknya rumah sendiri,” kata Syahrul.(wae)

Paslon SABAR Berencana Siapkan Rumah Singgah Pasien di Batam dan Jakarta
Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul – Rahma, berencana akan menyiapkan dua rumah singgah di Batam dan Jakarta, karena berdasarkan data yang dihimpun tim pemenangannya, pasien dari Tanjungpinang paling banyak dirujuk ke rumah sakit di dua daerah tersebut.

“Batam dan Jakarta sudah menjadi kota rujukan bagi pasien dari Tanjungpinang, karena fasilitas rumah sakitnya sudah lebih mumpuni melayani pasien,” katanya.

Menurut Syahrul, selain melakukan pembenahan berbagai fasilitas RSUD Tanjungpinnag, keberadaan rumah singgah ini sangat mendesak dan sangat dibutuhkan warga, misalnya ketika pasien dirujuk oleh dokter ke salah satu rumah sakit di Batam atau di Jakarta.

Syahrul mengaku begitu prihatin saat mendengarkan keluhan warga karena dari pengalaman mereka, tidak ada jaminan bagi pasien untuk mendapatkan penanganan langsung di rumah sakit yang dituju.

Banyak faktornya, bisa saja karena ruangan penuh atau dokternya sedang bertugas menangani pasien di rumah sakit lain, sehingga mereka harus menunggu karena belum mendapat pelayanan di rumah sakit bersangkutan.

Nah, para pasien dan keluarganya terpaksa mencari penginapan dan ini akan menambah beban biaya lagi. “Bisa saja menunggu berhari-hari bahkan ada yang sampai seminggu karena tergantung kesiapan rumah sakitnya,” ujarnya.

Bagi Syahrul, ini keluhan yang sangat serius karena pasien dan keluarganya sangat terbebani hanya untuk menunggu mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Maka, menurut Syahrul, dalam menjawab keluhan itu, harus segera membangun rumah singgah dibeberapa daerah yang sering menjadi tempat rujukan berobat bagi warga Tanjungpinang.

“Dan, yang paling strategis itu, menyiapkan rumah singgah di Kota Batam dan Jakarta,” ia kembali menegaskan.

“Tentu dengan memilih tempat yang lebih layak, lokasinya juga harus dekat dengan rumah sakit yang sering dijadikan rujukan”

Kata Syahrul, dengan adanya rumah singgah di dua daerah itu, warga Tanjungpinang tidak perlu khawatir lagi saat mengantre berobat, sekalipun itu harus menunggu berhari-hari.

“Karena sudah ada rumah singgah untuk tempat tinggal sementara yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pasien dan keluarganya tinggal menuju rumah singgah dan istirahat sepuasnya layaknya rumah sendiri,” kata Syahrul.(wae)

Paslon SABAR Berencana Siapkan Rumah Singgah Pasien di Batam dan Jakarta
Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul – Rahma, berencana akan menyiapkan dua rumah singgah di Batam dan Jakarta, karena berdasarkan data yang dihimpun tim pemenangannya, pasien dari Tanjungpinang paling banyak dirujuk ke rumah sakit di dua daerah tersebut.

“Batam dan Jakarta sudah menjadi kota rujukan bagi pasien dari Tanjungpinang, karena fasilitas rumah sakitnya sudah lebih mumpuni melayani pasien,” katanya.

Menurut Syahrul, selain melakukan pembenahan berbagai fasilitas RSUD Tanjungpinnag, keberadaan rumah singgah ini sangat mendesak dan sangat dibutuhkan warga, misalnya ketika pasien dirujuk oleh dokter ke salah satu rumah sakit di Batam atau di Jakarta.

Syahrul mengaku begitu prihatin saat mendengarkan keluhan warga karena dari pengalaman mereka, tidak ada jaminan bagi pasien untuk mendapatkan penanganan langsung di rumah sakit yang dituju.

Banyak faktornya, bisa saja karena ruangan penuh atau dokternya sedang bertugas menangani pasien di rumah sakit lain, sehingga mereka harus menunggu karena belum mendapat pelayanan di rumah sakit bersangkutan.

Nah, para pasien dan keluarganya terpaksa mencari penginapan dan ini akan menambah beban biaya lagi. “Bisa saja menunggu berhari-hari bahkan ada yang sampai seminggu karena tergantung kesiapan rumah sakitnya,” ujarnya.

Bagi Syahrul, ini keluhan yang sangat serius karena pasien dan keluarganya sangat terbebani hanya untuk menunggu mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Maka, menurut Syahrul, dalam menjawab keluhan itu, harus segera membangun rumah singgah dibeberapa daerah yang sering menjadi tempat rujukan berobat bagi warga Tanjungpinang.

“Dan, yang paling strategis itu, menyiapkan rumah singgah di Kota Batam dan Jakarta,” ia kembali menegaskan.

“Tentu dengan memilih tempat yang lebih layak, lokasinya juga harus dekat dengan rumah sakit yang sering dijadikan rujukan”

Kata Syahrul, dengan adanya rumah singgah di dua daerah itu, warga Tanjungpinang tidak perlu khawatir lagi saat mengantre berobat, sekalipun itu harus menunggu berhari-hari.

“Karena sudah ada rumah singgah untuk tempat tinggal sementara yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pasien dan keluarganya tinggal menuju rumah singgah dan istirahat sepuasnya layaknya rumah sendiri,” kata Syahrul.(wae)

Baca juga :

Top