Pasar Relokasi Senilai 3,3 Miliar di Tanjungpinang Direncanakan Beroperasi Besok

Inilah Pasar Sementara di belakang Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Kelurahan Melayu Kota Piring, yang menelan anggaran sekitar Rp3,2 miliar melalui Dinas PUPR Tanjungpinang.
Inilah Pasar Sementara di seputaran Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Kelurahan Melayu Kota Piring, yang menelan anggaran sekitar Rp3,3miliar melalui Dinas PUPR Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pasar relokasi (pasar sementara) yang bersumber dari dana APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2022 dengan nilai Rp3.309.999.900 direncanakan mulai beroperasi esok Jumat (23/9).

Pasar sementara itu berada di seputaran Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang.

Dilansir dari tanjungpinangkota.go.id, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, membenarkan pasar sementara akan diresmikan besok.

“Besok akan diresmikan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, pukul 08.00 WIB,” ujar Riany, Kamis (22/9).

Ia menyampaikan, pada hari ini pedagang Pasar Baru Tanjungpinang yang direlokasi sudah mulai membawa barang dagangan ke pasar sementara. Sebab, mulai hari ini Pasar Baru Tanjungpinang tidak boleh ada lagi yang berniaga.

“Hari ini tidak ada penjualan lagi di tempat lama. Sudah mulai pindah siang ini. Total ada 511 pedagang yang ditempatkan di pasar sementara. Kemudian 40 pedagang ditempatkan di Bintan Center,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Syahroni, menuturkan, para pedagang Pasar Baru Tanjungpinang tidak keberatan direlokasi ke pasar sementara di kilometer 7.

“Jadi intinya pedagang tidak keberatan. Karena kita kesepakatan awal yang penting tempat kami pedagang layak untuk berjualan,” ujarnya.

Kendati ada beberapa pedagang yang tidak menyukai dan tidak senang atas kebijakan relokasi tersebut, mau tidak mau harus menerima direlokasi ke tempat sementara. Karena, Pasar Baru akan dibongkar untuk dibangun pasar tradisional yang lebih modern.

“Karena sudah mulai pengerjaan pembongkaran Pasar Baru. Ini juga demi keselamatan pedagang dan pembeli,” ucapnya.

Para pedagang, tambah Syahroni, juga membenarkan siang ini sudah mulai membawa barang dagangannya ke pasar sementara.

“Ini kami dari pedagang sudah mulai mengangsur bawa barang dagangan ke lokasi yang baru ini karena besok sudah mulai dioperasikan,” tuturnya.

Plang proyek pembangunan pasar relokasi bersumber dari dana APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2022 dengan nilai kontrak Rp3.309.999.900.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan pasar relokasi (pasar sementara) untuk pedagang di Jalan Kijang Lama, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Senin (19/9) pagi.

Wakil rakyat dari Komisi III yang melakukan sidak terdiri dari Agus Djurianto, Ashady Selayar, Nasrul, Ria Ukur Rindu Tondang, Sri Artha Sihombing, Rika Adrian, dan Vicky Bahtiar.

Komisi III menemukan kontraktor sedang mengerjakan pekerjaan pasar yang dalam tahap penyelesaian (finishing).

Berdasarkan plang proyek, pembangunan pasar relokasi bersumber dari dana APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2022 dengan nilai kontrak Rp3.309.999.900.

Adapun sebagai pelaksana yakni CV. Cahaya Fajar, pengawas CV. Cipta Perdana Teknik, dan waktu pelaksanaan 45 hari kalender.

Sekretaris Komisi III, Ashady Selayar, menuturkan, dalam waktu 6 hari kedepan pengerjaan pembangunan pasar tersebut segera selesai.

“Kontraknya belum habis, masih dalam pengerjaan. Mereka juga ada kewajiban melakukan perawatan selama 180 hari kerja setelah masa pengerjaan selesai,” ujar Ashady.

Politisi Partai Golkar ini berharap pengerjaan tepat waktu sesuai dengan kontrak. Sehingga, para pedagang yang dipindahkan dari Pasar Baru 1 dan 2 ke pasar sementara ini dapat berjualan dengan nyaman selama 2 tahun kedepan sambil menunggu revitalisasi Pasar Baru selesai.

“Kami dapat keterangan dari PPK dan PPTK bahwa pasar sementara ini akan beroperasi secara maksimal selama 2 tahun sambil menunggu revitalisasi Pasar Baru,” kata Ashady.

Komisi III juga mengecek infrastruktur penunjang. Salah satunya drainase. Menurut Komisi III, drainase cukup memadai. Baik itu di tempat penjualan sayur, ikan, serta MCK-nya.

“Saya rasa kurangnya tidak ada,” tambah Ashady.

Mengenai permasalahan meja jualan, Ashady mengungkapkan, dalam Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) pasar itu telah sesuai.

“Ini sudah sesuai. Karena, dalam Permendag itu ada ketentuan pasar rakyat. Ini mejanya sudah melebihi. Meski begitu, kita akan melakukan rapat kerja kembali. Beberapa hari kedepan kita akan mengundang pihak terkait,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Zulkarnain, menjelaskan, di pasar ini dibangun bangunan lost 8 bangunan yang bisa menampung 414 pedagang. Selain itu 28 kios yang bisa menampung 114 pedagang.

“Untuk bagian atap bangunan terbuat dari bahan rangka baja ringan. Saat ini juga sedang tahap pembangunan sumur bor,” katanya.

Soal sanitasi, Zulkarnain menyebut sudah diatur. Di lokasi juga disediakan air bersih dan tank untuk limbah.

“23 September siap. Kita usahakan ekstra, tambah jam serta jumlah pekerja untuk menyiapkan semua pengerjaan pasar ini,” tutupnya.

(dar)