Pandemi COVID-19 Tak Menyurutkan Aktivitas Ekspor Impor

Kabid Statistik Distribusi BPS Kepri, Rahmad Iswanto.

Kepri, LintasKepri.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, perkembangan nilai ekspor pada Mei 2020 mencapai US$ 859,50 juta atau naik sebesar 1,30 persen dibanding April 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi BPS Kepri, Rahmad Iswanto, menjelaskan, nilai ekspor migas Mei 2020 mencapai US$ 186,08 juta atau naik sebesar 50,77 persen dibanding April 2020.

“Namun nilai ekspor non migas Mei 2020 sebesar US$673,42 juta. Mengalami penurunan sebesar 7,12 persen dibanding bulan sebelumnya,” kata Rahmad, Senin (15/6).

Rahmad mengakui walaupun Kepri dalam masa Pandemi COVID-19, aktivitas ekspor tercatat masih baik dengan peningkatan sebesar 1,30 persen tersebut.

“Betul, di tengah pandemi COVID-19 industri di Kepri masih bertahan,” ujar dia.

Rahmad menjelaskan, ekspor non migas terbesar Mei 2020 adalah golongan barang mesin atau peralatan listrik. Nilainya mencapai US$ 257,28 juta atau 37,25 persen dari total ekspor non migas.

Jika selama Januari hingga Mei 2020, negara Singapura menjadi tujuan ekspor non migas Kepri persentasenya sekitar 33,02 persen, sehingga totalnya mencapai US$ 1.275,45 juta.

“Singapura juga menjadi negara
tujuan ekspor migas terbesar dengan nilai mencapai US$ 862,51,” papar Rahmad.

Sedangkan untuk nilai ekspor di Kepri selama Januari hingga Mei 2020 terbesar pertama melalui Pelabuhan Batu Ampar mencapai US$ 2.154,48 juta. Kedua, pelabuhan Sekupang US$ 683,16 juta. Ketiga, pelabuhan Kabil sebesar US$ 540,81 juta.

Urutan keempat, pelabuhan Tarempa sebesar US$ 503,70 juta dan kelima, pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$ 424,46 juta.

“Peranan kelima pelabuhan terhadap ekspor Kepri mulai Januari sampai Mei sebesar 88,60 persen,” katanya.

(san)