Ngesti Harap PMI Natuna Bisa Menjadi Lembaga Tersendiri

Sambutan Ketua PMI Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti.
Sambutan Ketua PMI Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti.

Natuna, LintasKepri.com – Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 74. Bertempat di Gedung Serbaguna Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, pada Ahad (22/09/2019) pagi.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui Asisten III Iswar Asfawi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PMI memiliki peran yang sangat strategis, dalam memberikan bantuan dan pertolongan dalam berbagai masalah sosial yang terjadi. Terutama dalam hal pelayanan penyediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Peran PMI di Kabupaten Natuna sangat luar biasa. Hal itu dibuktikan PMI dengan kerja nyata, seperti melaksanakan berbagai kegiatan sosial ditengah masyarakat. Bantuan yang diberikan oleh PMI tidak mengenal ras, suku dan agama. Namun lebih mengedepankan prinsip dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” sebut Iswar Asfawi.

Isfar Asfawi saat menyampaikan kata sambutan didepan para tamu undangan serta para relawan PMI dan kader PMR Natuna.
Isfar Asfawi saat menyampaikan kata sambutan didepan para tamu undangan serta para relawan PMI dan kader PMR Natuna.

Iswar menyadari, bahwa untuk menyediakan stock darah segar yang baik dan steril, memerlukan fasilitas yang memadai. Namun dengan segala keterbatasan yang dihadapi oleh PMI Natuna, organisasi nasional yang telah berdiri selama 74 tahun itu, tetap mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi daerah dan masyarakat.

Iswar mengajak semua pihak untuk mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh PMI Natuna.

Dirinya menyebutkan, bahwa kedepan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna secara bertahap dan dengan potensi yang ada, akan lebih memperhatikan sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja para relawan PMI Natuna. Hal ini bertujuan, agar PMI Natuna dapat menjadi lembaga penyedia stock darah yang dapat diandalkan.

“Memang kita tidak menginginkan adanya bencana maupun kecelakaan. Namun tetap perlu adanya alat yang dapat menyimpan darah dalam jangka panjang, sebagai upaya antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu kedepan kita akan dukung kegiatan PMI. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada para relawan PMI dan PMR,” tutup Iswar Asfawi.

Penyerahan cinderamata kepada Mitra Tetap PMI Natuna.
Penyerahan cinderamata kepada Mitra PMI Natuna.

Sementara itu Ketua Umum PMI Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, bahwa organisasi yang dinahkodainya tersebut belum bisa berdiri sebagai sebuah lembaga tersendiri. Sehingga PMI Natuna belum mampu untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan sendiri.

Ngesti berharap kedepan PMI Natuna dapat berdiri sendiri, seperti PMI yang ada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Agar nantinya organisasi yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan itu, dapat bekerja secara maksimal dan mandiri, dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Maka tuntutan PMI Natuna adalah bisa berdiri sendiri, supaya bisa mandiri dan bersama-sama menyelamatkan masyarakat yang sedang kekurangan darah. Karena RSUD Natuna harus memiliki mitra dalam pengelolaan donor darah. Saat ini kami hanya bisa mengkoordinir para relawan agar mendonorkan darahnya untuk pasien di RSUD,” ucap Ngesti.

Meski demikian, ia bersama relawan PMI Natuna, akan terus berusaha memberikan pelayanan maksimal dan terbaik untuk daerah dan masyarakat.

Penyerahan cinderamata kepada pihak sekolah yang telah membentuk PMR.
Penyerahan cinderamata kepada pihak sekolah yang telah membentuk PMR.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Natuna itu mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah membentuk Palang Merah Remaja (PMR) disejumlah sekolah tingkat SLTA yang tersebar di Pulau Bunguran Besar. Dan jumlah relawan atau kader PMR diseluruh Natuna telah mencapai 1000 orang.

“Selain dari PMR, kita juga telah memiliki mitra tetap, yaitu dari pihak TNI dan POLRI. Merekalah yang selalu membantu kami saat kami diminta untuk menyediakan darah bagi para pasien di RSUD. Karena usia pendonor darah ini terbatas, tidak semua usia boleh mendonorkan darahnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Natuna, melalui Dinas Kesehatan. Dengan membentuk lembaga pendonor darah ditingkat Kecamatan.

“Saat ini baru terbentuk di Kecamatan Bunguran Batubi. Kedepan kami harapkan Kecamatan Bunguran Timur juga segera membentuk lembaga bagi pendonor darah. Karena Bunguran Timur selain jumlah penduduknya yang padat, juga banyak permasalahan sosial yang terjadi,” pinta Ngesti.

Ngesti menjelaskan, bahwa sebenarnya tugas PMI bukan hanya menangani permasalahan darah saja, namun juga menangani segala permasalahan yang menyangkut pertolongan sosial kemanusiaan lainnya. Seperti bantuan bagi korban bencana alam maupun musibah lainnya.

Tahun ini, kata Ngesti, PMI Natuna telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah sebesar Rp 200 juta, untuk mendukung penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, bagi kegiatan PMI.

Laporan : Erwin Prasetio