'

Megatama Batu Karang Indonesia Bangun Pabrik Rokok di Kawasan FTZ

Megatama Batu Karang Indonesia Bangun Pabrik Rokok di Kawasan FTZ.

Acara Peletakan Batu Pertama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai tanda PT. Megatama Batu Karang Indonesia Bangun Pabrik Rokok di Kawasan FTZ.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – PT. Megatama Batu Karang Indonesia membangun pabrik rokok merk UN dan Strong di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak, Provinsi Kepulauan Riau ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Nurdin Basirun, Kamis (9/8).

Perusahaan ini merupakan distributor rokok merek UN dan Strong. Dirut PT. Megatama Batu Karang Indonesia, Sunadi dalam sambutannya menuturkan, pembangunan pabrik rokok tersebut sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani setahun yang lalu antara PT. Megatama Pinang Abadi dengan BP Kawasan setempat yang disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul pada saat itu.

Dirinya juga mengapresiasi kepada pemerintah setempat atas kuota yang diberikan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BP Kawasan Tanjungpinang maupun unsur pemerintah lintas sektoral yang terus mendorong kami dan merupakan komitmen kami kepada pemerintah,” tegasnya, Kamis.

Sunadi menjelaskan, PT. Batu Karang selaku prinsipal dan PT. Megatama Pinang Abadi Group merupakan distributor rokok merk UN dan Strong.

“Alhamdulillah produk rokok kami cukup diterima oleh masyarakat Kepri,” nilainya.

Acara Peletakan Batu Pertama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai tanda PT. Megatama Batu Karang Indonesia Bangun Pabrik Rokok di Kawasan FTZ.

Acara Peletakan Batu Pertama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai tanda PT. Megatama Batu Karang Indonesia Bangun Pabrik Rokok di Kawasan FTZ.

Sunadi membeberkan, untuk tahap awal pembangunan pabrik rokok tersebut memakan biaya senilai Rp50 miliar. Selanjutnya pada tahap 2,3 dan 4 total investasi sebesar Rp200 miliar. Sedangkan luas lahan yang dibeli oleh pihak perusahaan mencapai 16 hektar.

“Setelah terbangunnya perusahaan ini, tahap awal kita akan memproduksi rokok kretek (campuran dari tembakau dan cengkeh), SKM (Sigaret Kretek Mesin), dan SPM (Sigaret Putih Mesin),” jelasnya.

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan ditahap pertama sekitar 250 sampai dengan 300 orang. Kata Sunadi nantinya mereka dibina melalui pelatihan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tanjungpinang.

Menurut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, investasi apapun yang ada di Kepri harus didorong. Ia berharap investasi yang di Kepri harus memiliki daya saing dalam bidang ekspor dan impor.

Ia meminta kepada pimpinan perusahaan agar masyarakat tempatan diberdayakan menjadi tenaga kerja.

“Saya meminta sangat dengan pimpinan perusahaan agar warga setempat dapat bekerja di perusahaan ini,” harap Nurdin.

img20180809130148Kepala BP Kawasan FTZ Kota Tanjungpinang, Den Yealta mengucapkan terimakasih kepada para penanam saham dan pemerintah setempat yang telah mendukung adanya investasi dari investor.

“Dukungan semua pihak sangat penting. Hadirnya perusahaan besar seperti ini dapat menyerap ribuan tenaga kerja khususnya di Dompak, umumnya di Tanjungpinang,” kata dia.

Den Yealta juga memberitahu bahwasanya tidak lama lagi perusahaan-perusahaan lain akan menyusul berinvestasi di wilayah Kepulauan Riau.

(Iskandar)

Baca juga :

Top