Koramil 08/Pulau Laut Ikut Lakukan Penyelamatan Kecelakaan Pompong

KM Raja Fisabilillah milik Pemerintah Kecamatan Pulau Laut, saat melakukan penyelamatan atas tenggelamnya KM Sumber Anugerah.

KM Raja Fisabilillah milik Pemerintah Kecamatan Pulau Laut, saat melakukan penyelamatan atas tenggelamnya KM Sumber Anugerah.

Natuna, LintasKepri.com – Babinsa dari jajaran Koramil 08/Pulau Laut, Serda S. Sembiring, ikut dalam misi penyelamatan atas musibah tenggelamnya KM Sumber Anugerah milik Nedi Alot, salah seorang warga asal Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Peristiwa naas itu terjadi pada Kamis (08/08/2019) siang, didaerah Karang Panjang, Perairan Karang Bunta, Desa Seluan, Kecamatan Bunguran Utara.

Penyelamatan tersebut dilakukan dengan menggunakan KM Raja Fisabilillah, milik Pemerintah Kecamatan Pulau Laut, setelah mendapatkan kabar bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang menimpa warga Pulau Laut.

“Saya ikut mendampingi Kades Air Payang, Bapak Edi Sentano, bersama sejumlah warga, untuk melakukan penyelamatan atas peristiwa tenggelamnya KM Sumber Anugerah. Dalam rombongan kami juga diikuti oleh Serda Hendra Gunawan, perwakilan dari Batam,” terang Serda S. Sembiring, melalui rilis persnya.

Anggota TNI AD dibawah Komando Kodim 0318/Natuna itu menerangkan, bahwa sekitar pukul 14:15 Wib, tim penyelamat berhasil menemukan KM Sumber Anugerah, yang nyaris tenggelam tersebut.

Para korban dan tim penyelamat saat tiba dipelabuhan Tanjung Batu, Pulau Laut.

Para korban dan tim penyelamat saat tiba dipelabuhan Tanjung Batu, Pulau Laut.

Kata dia, ada sekitar 15 orang ABK beserta penumpang yang ada diatas kapal naas tersebut. Serta terdapat 4 ekor sapi dan sejumlah barang-barang bawaan milik penumpang.

Selanjutnya tim penyelamat langsung mengangkut para korban dan menarik kapal malang itu, menuju ke pelabuhan Tanjung Batu, Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut.

“Kami tiba dipelabuhan Tanjung Batu, sekitar pukul 17:00 Wib. Dan syukurlah, semua korban dalam keadaan selamat. Namun mereka sepertinya masih sangat trauma,” katanya.

Saat kejadian, cuaca disekitar perairan tersebut dalam keadaan mendung, disertai angin kencang, yang menyebabkan gelombang air laut naik hingga sekitar 2,5 meter. Sehingga membuat kapal yang terbuat dari kayu tersebut hilang keseimbangan, dan menabrak karang, yang mengakibatkan kapal mengalami kebocoran di bagian depan.

Selain dari pihak TNI AD, pemerintah Kecamatan, Desa dan warga Pulau Laut, penyelamatan tersebut juga diikuti oleh Anggota Kepolisian dari Polsek Pulau Laut.

Pasca terjadinya musibah tersebut, pihak Basarnas Natuna dan Lanal Ranai, juga langsung menerjunkan tim untuk melakukan patroli dan pengamanan disekitar perairan antara Kecamatan Bunguran Utara dan Pulau Laut.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top