Kasus DBD di Tanjungpinang Melonjak

Masyarakat Diimbau Waspada

Kasus DBD di Tanjungpinang Melonjak
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Tanjungpinang, Sri Handono. Foto: Lintaskepri/Mfz

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Kasus demam berdarah danguage (DBD) di Tanjungpinang melonjak signifikan. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mencatat hingga semester I 2024 total kasus yang terjadi sudah mencapai 96 kasus.

“Sampai Juni 2024 terjadi 97 kasus, lalu bertambah lagi 3 kasus di bulan Juli minggu pertama. Jadi total saat ini sudah 99 kasus DBD,” kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Tanjungpinang, Sri Handono, Selasa (9/7/2024).

Menurut Handono, kasus DBD pada tahun 2024 ini melonjak  signifikan di banding tahun 2023 tercatat sebanyak 114 kasus.

“Meski demikian, memasuki bulan Juli ini kasusnya sudah terkendali, sebab puncak kasus sudah lewat Juni lalu. Tapi tetap kita pantau terus agar tidak terjadi kenaikan kembali,” ungkapnya.

Selain itu, Dinkes juga mencatat kasus DBD yang melonjak masih di dominasi wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Seperti di Batu 9 Pinang Kencana biasanya kasusnya lebih tinggi dari beberapa wilayah di Kota Tanjungpinang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Handono meminta masyarakat selalu menerapkan prilaku hidup sehat serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Kemudian, menghidupkan kembali gerakan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur. Karena, itu merupakan cara ampuh menghindari berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

“Seperti, menguras bak mandi agar airnya tidak tergenang, lalu membuang barang bekas. Jangan biarkan adanya tempat genangan air yang menyebabkan nyamuk aedes aegypti bersarang,” imbuhnya. (Mfz)

Editor: Ism