Kasarnas Natuna, Mexi : Yang Punya Ijazah ANT-D Silahkan Kirim Lamaran ke Basarnas

Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel.

Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel.

Natuna, LintasKepri.com – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B, atau yang biasa dikenal dengan Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel, mengatakan, bahwa pihaknya saat ini masih kekurangan jumlah personel.

Namun kata dia, bahwa Basarnas merupakan salah satu lembaga vertikal, yang perekrutan anggotanya dilakukan secara Nasional, melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Misalnya Menpan mengadakan penerimaan pegawai untuk Basarnas 500 orang, itu nanti dibagi keseluruh Indonesia, sesuai prioritas,” tutur Mexi, saat menggelar coffe morning bersama awak media Natuna di Kantornya, pada Sabtu (12/10/2019) siang.

Namun sambung Mexi, penerimaan yang dilakukan oleh Menpan RB khusus untuk personel yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kalau untuk tenaga honorer, kita bisa ajukan dari sini, tapi nanti yang gaji tetap Pusat, bukan kita,” terangnya.

Kepala beserta para Personel Nasarnas Natuna.

Kepala beserta para Personel Nasarnas Natuna.

Pengajuan penambahan jumlah personel itu, lanjut Mexi, sudah masuk dalam setiap laporan tahunan yang diajukan oleh Basarnas kepada pimpinan Basarnas di tingkat Pusat.

“Jadi kami itu selalu membuat laporan bulanan, laporan pertriwulan, laporan persemester dan laporan tahunan. Dari situ nanti kita masukkan semua apa saja kendala yang kami hadapi disini, termasuk pengajuan penambahan alut dan personel,” jelas Mexi.

Meski demikian, Mexi mengaku tetap ingin memprioritaskan putra-putri daerah asli Natuna, untuk melamar menjadi anggotanya.

Namun kata dia, ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota Basarnas. Diantaranya harus memiliki sertifikat atau ijazah Basic Safety Training (BST) dan Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT-D). BST dan ANT-D merupakan sertifikasi yang wajib dimiliki bagi para pelaut.

“Kalau ada yang punya ijazah ANT-D, silahkan kirim lamaran ke Basarnas,” sebut Mexi.

“Secara pribadi, saya lebih senang putra asli daerah yang menjadi personel Basarnas. Karena kalau asli orang sini dan tugas disini, dia bisa betah. Jadi kerjanya tidak merasa terbebani,” imbuhnya.

Lelaki asal Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menyebutkan, seharusnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B, memiliki jumlah personel sedikitnya 75 orang.

“Namun yang ada saat ini belum sampai setengahnya. Padahal kita membawahi dua Kabupaten, yaitu Natuna dan Anambas,” pungkasnya.

Tahun ini Basarnas Natuna kecipratan mesin genset dan alat komunikasi dari Basarnas Pusat, untuk menunjang kegiatan rescue didaerah perbatasan.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top