Jelang Musim Utara, Bulog Natuna Pastikan Stock Pangan Aman

Proses pemuatan beras bulog dari Tanjungpinang menuju Natuna.

Proses pemuatan beras bulog dari Tanjungpinang menuju Natuna.

Natuna, LintasKepri.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memastikan bahwa stock pangan untuk masyarakat Natuna, aman hingga enam bulan kedepan.

Selain untuk persediaan pangan dimusim utara, pasokan ini juga dipersiapkan untuk menyambut datangnya hari besar nasional seperti Natal dan tahun baru.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Natuna, Yusnan Dongoran Siregar, saat dijumpai lintaskepri.com diruang kerjanya, Senin (17/12/2018) pagi. Menurutnya, saat ini Perum Bulog telah mendatangkan Beras sebanyak 500 ton dari Tanjungpinang.

“Stock beras kita yang ada saat ini sekitar 200 ton. Namun pihak kami sudah memuat beras sebanyak 500 ton di Tanjungpinang, menggunakan KM. Bayu Permata. Kami pastikan dalam minggu ini tiba di Ranai,” ujar Yusnan.

Kata Yusnan, memang saat ini masyarakat disekitar Kota Ranai, tengah kesulitan mencari beras Bulog dipasaran. Ini diakibatkan stock beras Bulog yang dimaksud mencapai 200 ton, berada di luar daerah Pulau Bunguran Besar, termasuk di Daerah Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.

“Makanya banyak pedagang yang datang kesini (Kantor Bulog, red) untuk membeli beras bulog, karena stock mereka habis,” katanya.

Beras bulog memang menjadi primadona bagi masyarakat Natuna. Selain kualitasnya yang bagus dan rasanya enak, harganya pun jauh lebih murah ketimbang beras premium. Bahkan, hampir 50 persen masyarakat Natuna mengkonsumsi beras yang identik dengan orang miskin ini.

Selain beras, lanjut Yusnan, stock bahan pangan lainnya juga masih dalam kondisi aman. Seperti gula pasir dan minyak goreng.

“Stock gula pasir kita sekitar 200 ton. Itu cukup untuk enam bulan kedepan,” ucapnya.

Masih kata Yusnan, bahwa kendala utama yang dihadapi oleh Perum Bulog Natuna, yaitu adanya cuaca buruk yang sedang melanda wilayah Kepri. Sehingga terjadi keterlambatan hingga beberapa hari.

“Contohnya saat memuat beras ke atas kapal, yang seharusnya selesai dalam waktu tiga hari, gara-gara hujan, jadi molor hingga satu minggu,” terangnya.

Ia menghimbau agar masyarakat Natuna tidak perlu merasa panik. Karena Pemerintah melalui berbagai Instansi, termasuk Perum Bulog, akan terus berusaha menjaga kestabilan stock pangan bagi masyarakat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top