Jaga Keharmonisan antara Bupati dan Wabup, Ngesti Ikuti Workshop Nasional

Wabup Natuna Ngesti Yuni Suprapti tampak berfoto bersama beberapa Wakada dan Wawako se Indonesia.

Wabup Natuna Ngesti Yuni Suprapti tampak berfoto bersama beberapa Wakada dan Wawako se Indonesia.

Jakarta, LintasKepri.com – Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Rabu (21/11/2018) kemarin.

Kunjungan kerja tersebut, dalam rangka untuk menghadiri Workshop Wakil Kepala Daerah (Wakada) dan Wakil Wali Kota (Wawako) se Indonesia, yang digelar oleh Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, yang merupakan lembaga penelitian dan pengapdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan Wakada dan Wawali se Indonesia ini, digelar di Hotel Sultan Jakarta, dari mulai tanggal 21-24 November 2018.

img-20181123-wa0001

Wabup Natuna Ngesti Yuni Suprapti, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga sinergitas dan keharmonisan antara Kepala Daerah (Kada) dan Wakil Kepala Daerah (Wakada).

“Serta penguatan kedudukan Wakada dalam bertugas, yang memerlukan keselarasan dalam bertugas antara Kada dan Wakada,” sebut Ngesti, Jum’at (23/11/2018) pagi.

Kata Ngesti, kegiatan tersebut merupakan cara jitu, untuk saling memahami tugas pokok bagi Kada dan Wakada disetiap daerah, tanpa merusak keharmonisan diantara keduanya.

“Ini merupakan senjata ampuh dalam menangkal ketidak harmonisan antara Kada dan Wakada, untuk saling memahami, saling menyadari posisi dan membangun komitmen untuk memajukan suatu daerah,” papar Ngesti.

img-20181123-wa0003_1

Hal ini dirasa sangat penting, karena apabila terjadi ketidak harmonisan antara Kada dan Wakada, akan dapat membingungkan SKPD, Camat hingga ke tingkat Kepala Desa (Kades).

“Birokrsi akan terbelah, kinerja Pemerintahan pun pasti terganggu. Kondisi ini tentu akan berpengaruh kepada pelayanan publik,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Lanjut Ngesti, pembekalan ini juga diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang tata cara dan langkah pencegahan Gratifikasi.

“Sebagai Wakada, memang tugas kami untuk mengawasi kegiatan pembangunan fisik dan mengawasi aparatur Pemerintahan,” katanya.

Ngesti bersama Wakada di Seluruh Indonesia pun, bertekad untuk membentuk Assosiasi Wakil Kepala Daerah (AWAKADA).

“InshaAllah para Wakada yang hadir sepakat untuk membentuk AWAKADA, sebagai wadah untuk menampung pemikiran dan pendapat para Wakada dalam membangun daerah dengan sinergi dan kebersamaan,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Pembinaan dan Pelaksana Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhanas, Laksma TNI Suratno, Sekretaris Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik, dan Direktur Gratifikasi KPK Syarief Hidayat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top