Hamid Rizal : Tidak Ada Anak Tiri dan Anak Kandung Dalam Pembangunan

Abdul Hamid Rizal saat berbincang dengan warganya di Tanjung Sebauk.

Abdul Hamid Rizal saat berbincang dengan warganya di Tanjung Sebauk.

Natuna, LintasKepri.com – Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan, bahwa tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung, dalam konteks pembangunan daerah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu disampaikan Abdul Hamid Rizal, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) kr Desa Tanjung Sebauk, Kecamatan Bunguran Batubi. Pada Ahad (10/01/2019) kemarin.

“Tidak ada yang namanya anak tiri dan anak kandung dalam pembangunan,” tegas Hamid Rizal, didepan masyarakat Tanjung Sebauk.

Kata Hamid Rizal, hal ini dilakukan dirinya, untuk mewujudkan pemerataan pembangunan diberbagai sektor ekonomi bagi seluruh masyarakat Natuna.

Bupati saat meninjau kondisi jembatan Kayu yang menghubungkan ke wilayah Dusun Setungkuk.

Bupati saat meninjau kondisi jembatan Kayu yang menghubungkan ke wilayah Dusun Setungkuk.

“Saya selalu berfikir keras, agar seluruh daerah Natuna ini bisa terbangun. Jadi tidak fokus hanya di Kota Ranai saja,” katanya.

Ia mengatakan, pemerataan pembangunan disetiap wilayah di Kabupaten yang dipimpinnya saat ini, sudah mulai merata. Salah satunya adalah pasokan listrik, yang sudah menyala selama 24 jam, disetiap wilayah.

“Alhamdulillah sebagian besar wilayah kita sudah teraliri listrik 24 jam. Ini bisa membantu nelayan untuk membuat es batu, untuk keperluannya saat melaut. Waktu saya masih mencalonkan diri sebagai Bupati, hal ini belum terealisasikan,” terangnya.

Orang nomor satu di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah itu menjelaskan, bahwa saat ini hak-hak terhadap Kabupaten sudah banyak berkurang. Hal ini diakibatkan adanya peraturan Pemerintah, yang menarik sebagian hak Kabupaten menjadi kewenangan Pemerintah ditingkat Provinsi.

Temu ramah bersama warga di Aula Pertemuan Desa Tanjung Sebauk.

Temu ramah bersama warga di Aula Pertemuan Desa Tanjung Sebauk.

“Salah satunya laut, sekarang mulai dari bibir pantai itu sudah kewenangan Provinsi. Lalu hutan juga sudah kewenangannya Provinsi. Jadi wilayah kita srmakin sempit. Ini yang membuat Pemda Natuna berfikir meras, agar hak itu bisa kembali ke kita,” tuturnya.

Kata Hamid Rizal, mekar sebagai sebuah Provinsi tersendiri bersana Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), adalah satu-satunya cara agar hak Natuna yang dulu bisa kembali ke daerah.

“Salah satunya jalan adalah menjadi Provinsi Khusus bersama Anambas. Hal ini sudah saya fikirkan sejak dulu,” bebernya.

Hamid Rizal datang ke Tanjung Sebauk didampingi langsung oleh Assisten I Hendra Kusuma, Kepala BP3D Moestofa, Plt. Kepala Dinas Perkim dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Kedatangan Bupati beserta rombongan, disambut langsung oleh Camat Bunguran Batubi Nur Parta, Kades Tanjung Sebauk dan sejumlah masyarakat setempat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top