Pemko Tpi

GMPK Kepri Bantu Sembako untuk Warga Ditengah Wabah COVID-19

Ketua GMPK Kepri Rosyidi didampingi Kabid Solusi Iskandar Syah saat menyerahkan paket sembako di Jalan Pompa Air Kilometer 2, Tanjungpinang, Rabu (13/5).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan bantuan sembako untuk warga yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Jumlah sembako yang disalurkan GMPK Kepri itu sebanyak 250 paket. Jumlah itu dibagi dan disalurkan di beberapa tempat di Kota Tanjungpinang.

Ketua GMPK Kepri, Rosyidi, prihatin melihat kondisi masyarakat setempat yang terkena dampak COVID-19.

“Kami GMPK turut prihatin dengan saudara-saudara kita yang terdampak wabah ini. Oleh sebab itu muncul kepedulian kami untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat miskin yang betul-betul merasakan kesulitan akibat dampak COVID-19,” ungkapnya, Rabu (13/5), di Tanjungpinang,

Ketua GMPK Kepri Rosyidi didampingi Kabid Solusi Iskandar Syah saat menyerahkan paket sembako di Jalan Pompa Air Kilometer 2, Tanjungpinang, Rabu (13/5).

GMPK, sambung Rosyidi, membantu bukan karena ada apanya melainkan karena apa adanya.

“Hidup ini bagaikan kedua belah tangan, yang satu sakit yang satu lagi ikut merasakan. Begitulah kita bersaudara,” tuturnya.

Rosyidi menegaskan, GMPK Kepri memberikan bantuan murni atas kepedulian. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jurnalis yang telah membantu GMPK Kepri dalam menyalurkan bantuan.

“Saya mengapresiasi teman-teman jurnalis yang mau berjibaku mencari data-data masyarakat yang memang pantas menerimanya. Mudah-mudahan amal baik kita semua menjadi sodakoh jariyah, dan apa yang kita lakukan hari ini diridhoi oleh Allah SWT, Amiin. Salam GMPK Kepri menuju Indonesia tanpa Korupsi,” paparnya mengakhiri.

GMPK merupakan suatu organisasi yang konsen dalam ikut serta menunjang program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Disamping ikut menunjang program pemerintah di bidang pemberantasan korupsi, GMPK juga peduli terhadap kesusahan yang dihadapi oleh masyarakat akibat wabah COVID-19.

(wae)